Biodiesel B30 Segera Diujijalankan Pada Kereta Api

Saat ini penggunaan B20 untuk kereta api dan mesin-mesin diesel sudah diterapkan, Saat ini, sembari menunggu uji jalan B30 pada kendaraan penumpang dan truk, pihaknya masih melakukan diskusi penerapan B30 pada kereta api maupun angkutan laut.
Biodiesel B30 Segera Diujijalankan Pada Kereta Api Ni Putu Eka Wiratmini | 13 Juni 2019 15:17 WIB
Biodiesel B30 Segera Diujijalankan Pada Kereta Api
Petugas mengisi bahan bakar B30 saat peluncuran Road Test Penggunaan Bahan Bakar B30 (campuran biodiesel 30% pada bahan bakar solar) pada kendaraan bermesin diesel, di Jakarta, Kamis (13/6/2019). - Bisnis/Abdullah Azzam

Bisnis.com, JAKARTA -- Kementerian ESDM akan melakukan uji jalan B30 pada kereta api, angkutan laut, dan alat berat pertambangan dalam waktu dekat pasca merilis road test pada kendaraan penumpang dan truk, Kamis (13/6/2019).

Kepala Badan Litbang ESDM Dadan Kusdiana mengatakan saat ini penggunaan B20 untuk kereta api dan mesin-mesin diesel sudah diterapkan, Saat ini, sembari menunggu uji jalan B30 pada kendaraan penumpang dan truk, pihaknya masih melakukan diskusi penerapan B30 pada kereta api maupun angkutan laut.

Menurutnya, pengembangan bahan bakar biodiesel merupakan program strategis pemerintah untuk meningkatkan ketahanan energi melalui diversifikasi energi dengan mengutamakan potensi energi lokal.

"Kita saat ini sedang komunikasikan, satu dua kali kami sudah bertemu dengan pihak kereta api," katanya, Kamis (13/6/2019).

Dari mandatori B30 ini, diharapkan konsumsi domestik biodiesel dalam negeri pada 2025 akan meningkat hingga mencapai 6,9 juta kilo liter. Adapun konsumsi domestik biodiesel pada 2018 telah mencapai 3,8 juta kilo liter atau naik 45 persen dibandingkan 2017. Pada 2018 produksi B20 mencapai 6,01 juta KL meningkat 82,12 persen dibanding 2014 sebesar 3,30 juta KL.

Selain itu, kebutuhan minyak kelapa sawit juga terus mengalami peningkatan. Pada 2015, kebutuhan minyak kelapa sawit atau Crude Palm Oil (CPO) untuk produksi bahan bakar mencapai 1,5 juta ton dengan tingkat mandatori sebesar 15%. Pada 2018, jumlah ini terus meningkat hingga mencapai 5,7 juta ton dengan adanya perluasan intensif ke sektor Non Public Service Obligation (PSO) dan tingkat mandatori sebesar 20 persen

Saat ini produksi CPO Indonesia mencapai 41,6 juta ton. Pada kurun waktu 2014 – 2018, produksi CPO meningkat 29,5% setiap tahunnya.

"Tahun ini kita akan mulai [uji B30 pada keteta api]," katanya.

Ketua Umum Asosiasi Produsen Biofuel Indonesia (Aprobi) MP Tumanggor optimistis penerapan B30 akan memenuhi 5 target yang dicapai yakni komitmen dalam menurunkan emisi karbon menjadi 29 persen, menjaga defisit perdagangan karena impor crude oil berkurang, harga sawit yang akan semakin menguat, menguntungkan petani karena menampung hasil panen sawit, dan menjaga lingkungan dengan penggunaan bio energy.

Saat ini, kapasitas terpasang produksi FAME dari anggota Aprobi adalah sebanyak 12 juta kiloliter yang dihasilkan dari 19 pabrik. Dari kapasitas terpasang tersebut, produksi hampir setengahnya. Artinya, produksi masih bisa ditingkatkan kurang lebih 6 juta kiloliter lagi untuk memaksimalkan kapasitas yang terpasang.

Menurutnya, dengan penerapan B30 pada 2020, produksi B30 akan mencapai 9 juta kiloliter pada 2019. Serapan CPO untuk biodiesel pun akan meningkat sekitar 10% dari kondisi tahun lalu.

"Jadi kalau 2020 tambah lagi 3 juta kiloliter [produksi B30], baru 9 juta. Tambah ekspor 1,5 juta, baru 10,5 juta. Masih ada idle [kemampuan produksi sisa] 1-1,5 juta," katanya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Biodiesel, Mandatori B20

Editor : M. Rochmad Purboyo

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top