Soal Laporan OECD, Ini Tanggapan DJP

“Terdapat 47 juta rekening keuangan yang dipertukarkan dengan nilai sekitar 5 triliun euro oleh lebih dari 90 negara atau yurisdiksi,” kata John.
Edi Suwiknyo
Edi Suwiknyo - Bisnis.com 10 Juni 2019  |  05:51 WIB

Bisnis.com, JAKARTA – Otoritas pajak menanggapi data dari OECD yang menunjukan adanya perkembangan terkait dengan implementasi Automatic Exchange of Information atau AEOI.

Direktur Perpajakan Internasional Ditjen Pajak John Hutagaol mengatakan pada pertemuan The Inclusive Framework ke-7 tanggal 28-29 di OECD Paris, dilaporkan hasil dari pelaksanaan AEOI secara global sangat spektakuler dalam mendorong keterbukaan informasi keuangan untuk tujuan perpajakan.

“Terdapat 47 juta rekening keuangan yang dipertukarkan dengan nilai sekitar 5 triliun euro oleh lebih dari 90 negara atau yurisdiksi,” kata John kepada Bisnis, Minggu (9/6/2019).

John menjelaskan sebagaimana diketahui bahwa pertukaran informasi antar negara atau yurisdiksi ada tiga jenis yang sudah efektif diterapkan yaitu pertukaran informasi keuangan secara otomatis (automatic), berdasarkan permintaan (on request) dan spontan (spontaneous).

Menurutnya tujuan pertukaran informasi untuk tujuan perpajakan adalah untuk membuat jelas atau semakin jelas suatu transaksi yang terjadi misalnya ekspor atau impor, volume dan nilai transaksi sehingga membantu otoritas pajak suatu negara dalam mengadministrasikan penerimaan dan kepatuhan Wajib Pajak secara efektif.

Adapun khusus data AEOI yang berasal dari rekening keuangan nasabah dari lembaga keuangan perbankan dan non perbankan harus diproses dan dimanfaatkan di masing-masing negara/yurisdiksi sesuai dengan Common Reporting Standard (CRS) yang merupakan standar tunggal dalam pelaksanaan AEOI.

“Data AEOI harus diproses dengan memperhatikan prinsip safeguard and confidentiality,” tegasnya.

Sebelumnya Implementasi automatic exchange of information (AEoI) telah meningkatkan kepatuhan pajak dan memberikan implikasi positif bagi pemerintah di seluruh dunia.

Kesimpulan itu merupakan hasil dari data terbaru yang dirilis oleh Organisation for Economic Cooperation and Develompment atau OECD pada Jumat (7/6/2019).

Sekretaris Jenderal OECD Angel Gurria mengatakan lebih dari 90 yurisdiksi yang berpartisipasi dalam inisiatif global sejak 2018 kini telah bertukar informasi tentang 47 juta akun keuangan di luar negeri, dengan nilai total sekitar 4,9 triliun euro.

Gurria menjelaskan dengan capaian itu, AEOI yang dilakukan melalui 4.500 hubungan bilateral telah menandai pertukaran informasi pajak terbesar dalam sejarah, serta puncak dari lebih dari dua dekade upaya internasional untuk melawan penggelapan pajak.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
pajak

Editor : M. Taufikul Basari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top