Ekspor Vietnam Meningkat Berkat Perang Dagang

Vietnam adalah salah satu sumber impor Amerika Serikat (AS) dari Asia yang tumbuh paling cepat dan berpotensi menyalip Inggris sebagai pemasok terbesar AS jika negara itu terus mempertahankan kecepatannya.
Nirmala Aninda
Nirmala Aninda - Bisnis.com 29 Mei 2019  |  11:21 WIB
Ekspor Vietnam Meningkat Berkat Perang Dagang
Presiden Amerika Serikat Donald Trump dalam konferensi pers di Hotel JW Marriott, di Hanoi, Vietnam, Kamis (28/2/2019). - REUTERS/Jorge Silva

Bisnis.com, JAKARTA - Vietnam adalah salah satu sumber impor Amerika Serikat (AS) dari Asia yang tumbuh paling cepat dan berpotensi menyalip Inggris sebagai pemasok terbesar AS jika negara itu terus mempertahankan kecepatannya.

Data Biro Sensus AS terbaru menunjukkan impor dari ekonomi Asia Tenggara tersebut melonjak 40,2 persen dalam tiga bulan pertama 2019 dari tahun sebelumnya, sementara pesanan dari Korea Selatan naik 18,4 persen.

"Pada saat yang sama, impor barang-barang China Amerika turun 13,9 persen karena ketegangan perdagangan memanas," seperti dikutip melalui Bloomberg, Rabu (29/5/2019).

Jika laju pertumbuhan Vietnam dapat dipertahankan selama satu tahun penuh, yang akan menjadi prestasi besar, negara ini dapat melampaui Italia, Perancis, Inggris, dan India di jajaran eksportir teratas ke AS.

India berpotensi naik dua tingkat sementara Prancis naik satu tingkat jika mereka terus tumbuh pada kecepatan yang sama untuk sisa tahun ini. Irlandia akan menyusut empat peringkat, dan Inggris dan Italia masing-masing akan turun dua peringkat.

Vietnam telah menjadi negara yang cukup menonjol di wilayah di mana mesin ekspor dunia sebagian besar sedang berjuang di tengah-tengah ketegangan perang dagang dan siklus pemesana produk elektronik yang melambat.

Jepang, Korea Selatan, Singapura, dan Taiwan semuanya mengalami kontraksi ekspor pada bulan April, sementara pada bulan yang sama ekspor Vietnam naik 7,5 persen dari tahun sebelumnya.

Vietnam diuntungkan oleh bisnis yang menggeser rantai pasokan perusahaan sebagai tanggapan terhadap kenaikan tarif Amerika untuk barang-barang China.

Ekonomi di negara ini turut menawarkan tenaga kerja murah dan iklim bisnis yang membaik, menghasilkan salah satu tingkat pertumbuhan tercepat di dunia.

Perhitungan untuk periode 2019 dimulai dengan tingkat dasar impor 2018 AS, mengutip 12 negara teratas.

Tingkat pertumbuhan 2019 kuartal pertama untuk ekonomi-ekonomi tersebut diekstrapolasi untuk setahun penuh guna memperkirakan negara-negara sumber impor terbesar.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
perang dagang AS vs China

Editor : Tegar Arief

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top