On-Trucks Targetkan Pendapatan 2019 Melejit

PT Phos Tekno Indonesia, penyedia platform solusi layanan logistik On-Trucks menargetkan pendapatan pada tahun ini sebesar Rp100 miliar, meningkat secara eksponensial dibandingkan dengan capaian pada tahun lalu yang hanya Rp5 miliar.
Fatkhul Maskur | 28 Mei 2019 17:44 WIB
Truk pengangkut logistik parkir di Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, Jawa Timur, Kamis (7/3/2019). - ANTARA/Budi Candra Setya

Bisnis.com, JAKARTA – PT Phos Tekno Indonesia, penyedia platform solusi layanan logistik On-Trucks menargetkan pendapatan pada tahun ini sebesar Rp100 miliar, meningkat secara eksponensial dibandingkan dengan capaian pada tahun lalu yang hanya Rp5 miliar.

Yohanes Rocky, Founder and Chief Executive Officer PT Phos Tekno Indonesia, mengatakan bahwa On-Trucks bukan perusahaan logistik, dan bukan perusahaan transportasi, akan tetapi sebuah platform yang menjembatani antara pasokan dan kebutuhan layanan trucking. On-Trucks tidak ada investasi asset, karena aset itu sepenuhnya milik trucking company.

“Omzetnya tahun lalu Rp5 miliar. Tahun ini kami ingin meningkat secara eksponensial menjadi Rp100 miliar,” ujarnya pada acara Buka Bersama Media, Pengusaha Trucking dan PT Phos Tekno Indonesia di Jakarta, Senin (27/5/2019).

Kenaikan secara eksponensial tersebut dinilainya realistis. Hal ini mengingat On-Trucks bukan perusahaan konvensional, akan tetapi perusahaan yang bekerja menggunakan teknologi, yang secara otomatis mampu mengambil banyak order dengan mengandalkan kerja mesin.

“Kalau perusahaan konvensional memang agak susah, harus monitor mobil, bongkar muat, itu take time,” ujarnya.

Saat ini, menurutnya, On-Trucks memiliki sekitar 400 vendor perusahaan truk dengan total armada sekitar 5.000 unit. Selain itu, Aplikasi On-Trucks telah mencatat 4.000 unduhan, dengan 3.000 user yang teregistrasi.

On-Trucks saat ini memiliki sekitar 30 user perusahaan besar yang menjadi pelanggan, seperti Hero, SCG, Prambanan Kencana, Keppelpuninar Logistics, Citra Nusantara Gemilang, Pancaran Logistik Indonesia, LG Hausys, Jaya Beton, Pidodo Logistics, SunCo, Wilmar, Samsung SDS, hingga Fajar Paper.

Yohanes mengatakan bahwa jumlah vendor yang merupakan pemilik truk akan terus bertambah, demikian juga user atau pengguna jasa transpotasi barang yang menjadi member On-Trucks.  “Ini karena banyak manfaat yang ditawarkan, baik kepada vendor maupun user.”

Menurutnya, keuntungan menjadi vendor On-Trucks di antaranya bahwa pemilik truk akan pembayaran kontan, dukungan finansial, ketersediaan muatan rutin, hingga muatan balik sehingga berpotensi meningkatkan pendapatan hingga 70%.

“Pada muatan balik, ongkos sebenarnya lebih murah. Kami akan kasih diskon pada user. Bagi user tidak penting apakah muatan balik atau berangkat, yang penting barang selamat. Yang tahu truk balik itu yaa middle man.”

On-Trucks pertama kali meluncurkan aplikasi pada November 2016, dan mendapatkan pendanaan inkubator dari Indigo Creative Nation--anak perusahaan PT Telkom, pada April 2017.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
truk logistik, On-Trucks

Editor : Fatkhul Maskur

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top