Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Lartas Impor Suku Cadang Bikin Ekspor Sepeda Terhambat

Larangan dan pembatasan (lartas) impor bahan baku menjadi salah satu hambatan utama ekspor sepeda.
Annisa Sulistyo Rini
Annisa Sulistyo Rini - Bisnis.com 21 Mei 2019  |  20:54 WIB
Lartas Impor Suku Cadang Bikin Ekspor Sepeda Terhambat
Polygon telah ada sejak 1989, yang berawal dari sebuah perusahaan kecil berorientasi untuk memproduksi sepeda khusus untuk ekspor. - Polygon
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA--Larangan dan pembatasan (lartas) impor bahan baku dan komponen menjadi salah satu biang hambatan utama ekspor sepeda.

William Gozali, Direktur PT Insera Sena,--produsen sepeda merek Polygon, mengatakan bahwa bahan baku sepeda yang mengalami hambatan lartas adalah ban. Untuk mendapatkan rekomendasi impor ban, pihaknya membutuhkan waktu yang cukup lama.

"Rekomendasi impor ban butuh waktu 76 hari," ujarnya Selasa (21/5/2019).

Pihaknya pun berharap ke depan lartas ban tidak menghambat proses ekspor sehingga bisa mendukung pengembangan industri sepeda dalam negeri. Polygon sendiri merupakan brand sepeda yang dikenal secara global.

Saat ini, perseroan terus berupaya menjaga porsi penjualan antara pasar lokal dan ekspor seimbang.

Selain masalah lartas, dia juga berharap terciptanya fair play dalam persaingan di dalam negeri. Dia pun juga meminta agar para importir mengimpor dan berbisnis dengan benar.

William menyebutkan, yang menjadi masalah adalah impor undervalue melalui pelabuhan tertentu yang kemudian dijual di pasar dalam negeri tanpa pajak pertambahan nilai (PPn).

"Persaingan ini sangat tidak fair dan akan merusak industri nasional. Beberapa kategori sepeda kami terganggu oleh impor seperti ini," ujarnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

polygon Sepeda Santai
Editor : Fatkhul Maskur
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top