AS Tunda Putusan Soal Pengenaan Tarif Otomotif

Mereka menambahkan bahwa pemerintah telah merancang pengumuman untuk secara resmi menunda keputusan tentang tarif yang akan jatuh tempo pada 18 Mei.
John Andhi Oktaveri
John Andhi Oktaveri - Bisnis.com 16 Mei 2019  |  05:43 WIB
AS Tunda Putusan Soal Pengenaan Tarif Otomotif
Truk pikap F150 2018 bergerak di jalur perakitan di Pabrik Truk Ford Dearborn selama perayaan 100 tahun Ford River Rouge Complex di Dearborn, Michigan AS, 27 September 2018. - REUTERS

Bisnis.com, JAKARTA – Presiden AS Donald Trump kemungkinan besar akan menunda keputusan tentang pengenaan tarif untuk mobil dan suku cadang impor hingga enam bulan guna menghindari front baru dalam persaingan dagang global.

Pengumuman resmi atas keputusan itu diperkirakan keluar pada Sabtu (18/5) lusa. Tanggal  tersebut merupakan batas waktu bagi Trump untuk membuat keputusan atas rekomendasi Departemen Perdagangan (USTR) yang melindungi industri otomotif AS dari impor dengan alasan keamanan nasional, menurut para pejabat Gedung Putih yang tak mau disebutkan nama mereka seperti dikutip Reuters, Kamis (16/5/2019).

Mereka menambahkan bahwa pemerintah telah merancang pengumuman untuk secara resmi menunda keputusan tentang tarif yang akan jatuh tempo pada 18 Mei.

Reuters melaporkan pekan lalu bahwa sejumlah pabrikan kendaraan bermotor memperkirakan Trump akan menunda keputusan tersebut saat negosiasi perdagangan sedang berlangsung dengan Uni Eropa dan Jepang.

General Motors Co, Volkswagen AG, Toyota Motor Corp dan lainnya telah memperingatkan dampak negatif dari pengenaan tarif hingga 25% pada sektor otomotif dan suku cadang impor.

Gedung Putih telah mengadakan serangkaian pertemuan tingkat tinggi tentang masalah tersebut dalam beberapa hari terakhir. Para pejabat pemerintahan telah berulang kali mengatakan kepada pabrikan mobil bahwa mereka berencana untuk menunda keputusan soal impor.

Pada Februari lalu USTR menyerahkan laporan keamanan kepada Gedung Putih. Departemen itu disebutkan sedang menyelidiki apakah impor merusak keamanan nasional AS karena melemahkan kemampuan pembuat mobil AS untuk berinvestasi dalam teknologi masa depan.

GM minggu lalu mengumumkan investasi senilai US$700 juta untuk tiga pabrik di Ohio dan berupaya untuk menjual pabrik di Lordstown. Hal itu  membuat Trump lebih cenderung untuk menunda pengenaan tarif.

Para pejabat pemerintah mengatakan tekanan tarif pada mobil adalah cara untuk memenangkan konsesi dari Jepang dan Uni Eropa. Tahun lalu, Trump setuju untuk tidak mengenakan tarif selama pembicaraan dengan kedua mitra dagang itu.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
otomotif, amerika serikat, Donald Trump

Editor : M. Taufikul Basari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top