Akhir 2019, Baru Terminal Kendaraan yang Rampung di Patimban

Semula, pemerintah menjadwalkan Patimban dapat melayani bongkar-muat peti kemas 3,5 juta TEUs dan 600.000 unit kendaraan bermotor (CBU) tahun ini atau tahap I.
Sri Mas Sari
Sri Mas Sari - Bisnis.com 13 Mei 2019  |  19:33 WIB
Akhir 2019, Baru Terminal Kendaraan yang Rampung di Patimban
Ilustrasi - Pelabuhan Patimban di Subang, Jawa Barat. - Bisnis.com

Bisnis.com, JAKARTA - Kementerian Perhubungan memastikan hanya dapat menyelesaikan pembangunan terminal kendaraan hingga akhir 2019 dalam proyek Pelabuhan Patimban, lebih lamban dari rencana awal. 


Semula, pemerintah menjadwalkan Patimban dapat melayani bongkar-muat peti kemas 3,5 juta TEUs dan 600.000 unit kendaraan bermotor (CBU) tahun ini atau tahap I.


Dirjen Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan Agus H. Purnomo mengatakan, kontraktor sedang mengebut pekerjaan agar sebagian terminal yang dibangun di atas lahan reklamasi itu siap digunakan pada Desember.


"Kawan-kawan sedang berusaha keras biar car terminal tahun ini selesai. Harapannya di-trial [diuji coba], syukur bisa beroperasi," ujarnya seusai seusai menandatangani kesepakatan bersama dengan PLN tentang pasokan listrik untuk Pelabuhan Patimban, Senin (13/5/2019).


Agus menampik proses pembebasan lahan yang alot di area pendukung (back up area) mengganjal kemajuan rencana pembangunan terminal kontainer. Menurut dia, kendala lebih bersifat administratif karena menarik pinjaman Jepang memerlukan prosedur dan persetujuan yang panjang.


Seperti diketahui, pembangunan Patimban dibiayai oleh pinjaman Japan International Cooperation Agency (JICA) senilai Rp43,5 triliun. Pendanaan salah satu proyek strategis nasional (PSN) itu menggunakan skema pinjaman Official Development Assistance (ODA loan) pemerintah Jepang. 


Agus mengklaim pemerintah telah mengakuisisi 40% kebutuhan lahan back up area. Soal warga yang bersikukuh mematok harga tanah Rp500.000 per m2, di atas harga yang ditawarkan pemerintah, Agus hanya mengatakan, "The show must go on."


Menurut dia, jika pada akhirnya tak menemui kesepakatan, pemerintah akan menempuh mekanisme titip ganti kerugian di pengadilan negeri setempat (konsinyasi) sebagaimana diatur dalam UU No 2/2012 tentang Pengadaan Tanah Bagi Pembangunan Untuk Kepentingan Umum.   


Sementara itu, Kepala Satuan Kerja Pembangunan Pelabuhan Patimban Anwar menjelaskan car terminal pada pengujung tahun ini baru dapat melayani throughput 300.000 kendaraan. Selanjutnya, secara bertahap, kapasitas akan ditingkatkan menjadi 600.000 kendaraan. 


Menurut dia, konstruksi saat ini baru mencapai 25% dari total pekerjaan proyek car terminal. "Sekarang kalau di lapangan sudah ada pemancangan [untuk terminal kendaraan]. Kekuatan dasar lautnya sudah [cukup]," jelasnya.


Panjang dermaga pun pada akhir tahun pun diperkirakan baru mencapai 150 meter dari rencana 300 meter. Dengan demikian, dermaga baru dapat disandari satu kapal roll on-roll off.


Anwar mengatakan, pembangunan terminal kontainer akan dilakukan 2020. Menurut dia, lahan yang sudah dibebaskan untuk back up area saat ini 70 hektare. Jika mengacu pada kebutuhan lahan untuk back up area seluas 334,9 ha, maka pengadaan lahan untuk area pendukung baru sekitar 21%. 


Sejauh ini, baru pembebasan lahan untuk jalan akses (access road) yang cukup progresif. Menurut Dirjen Agus, jalan akses selebar 24 meter sudah clear.


Menurut rencana, setelah tahap I selesai, kapasitas pelayanan terminal kontainer Patimban secara berangsur akan ditingkatkan menjadi 5,5 juta TEUs pada tahap II dan 7,5 juta TEUs pada tahap III. Seluruh pekerjaan ditargetkan selesai 2027.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
jica, Kemenhub, car terminal, pelabuhan patimban

Editor : Yusuf Waluyo Jati

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top