Penerapan Ganjil Genap di Pelabuhan Merak & Bakauheni Tuai Kritik

pemerintah perlu persiapan memadai untuk menerapkan hal tersebut, dan tidak menyelesaikan masalah utama dari kepadatan jalur penyeberangan tersebut.
Rinaldi Mohammad Azka | 13 Mei 2019 17:57 WIB
Ilustrasi - Suasana Pelabuhan Merak di Banten, Senin (31/12/2018). Arus penumpang dan kendaraan jelang Tahun Baru 2019 di pelabuhan tersebut terpantau lancar dan lengang. - ANTARA/Sigid Kurniawan

Bisnis.com, JAKARTA - Gabungan Pengusaha Nasional Angkutan Sungai, Danau dan Penyeberangan (Gapasdap) mengkritisi rencana pemerintah menerapkan ganjil genap di Pelabuhan Merak dan Bakauheni pada puncak arus mudik Lebaran 2019.

Menurut Gapasdap, pemerintah perlu persiapan memadai untuk menerapkan hal tersebut. Terlebih penerapan ganjil-genap tidak akan menyelesaikan masalah utama dari kepadatan jalur penyeberangan tersebut.


Ketua Umum Gapasdap Khoiri Soetomo menuturkan, penerapan kebijakan ganjil genap pada lintasan terpadat di dunia ini tetap tidak menyelesaikan esensi permasalahan kekurangan dermaga di pelabuhan tersebut.


"Problem utama bukan kekurangan armada kapal melainkan sepeprti yang telah sering saya sampaikan masalahnya adalah kekurangan dermaga. Dari 73 kapal yang ada, hanya tersedia 6 pasang dermaga. Pertumbuhan jumlah kapal tidak seimbang dengan pertumbuhan pembangunan dermaga baru," katanya kepada Bisnis, Senin (13/5/2019).


Dia menjelaskan, idealnya kalau 1 pasang dermaga dapat menampung 5 kapal, seharusnya Pelabuhan Merak--Bakauheni harus tersedia setidaknya 14 pasang dermaga.


Gapasdap, terangnya, sangat berupaya mencari jalan keluar terbaik bersama sama Kementerian Perhubungan dan pemangku kepentingan lainnya untuk dapat menyukseskan angkutan mudik Lebaran 2019 di semua lintasan penyeberangan termasuk lintasan Merak Bakauheni.


Dia menuturkan, akan terjadi kenaikan volume penumpang dan kendaraan setidaknya 15% karena hari raya Idulfitri pada 2019 dan dapat berfungsinya sebagian jalan tol Trans-Sumatra hingga Palembang tersebut.


Untuk mengurai lonjakan arus muatan kendaraan saat mudik, pemerintah merencanakan pangaturan genap ganjil bagi kendaran roda empat yang ingin menyeberang di perlintasan tersebut.


Rencananya, pada 30 Mei 2019 atau H-6 Lebaran Pelabuhan Merak hanya melayani penyeberangan kendaraan roda empat berpelat nomor genap mulai pukul 20.00 WIB hingga 31 Mei 2019 pukul 08.00 WIB.


Sementara itu, pada waktu yang sama yaitu 31 Mei, penyeberangan yang dilayani hanya kendaraan berpelat nomor ganjil. Begitu seterusnya hingga H-3 Lebaran 2019 atau pada 2 Juni 2019.


Di sisi lain, pemberlakuan ganjil-genap pada arus balik atau di Pelabuhan Bakauheni mulai diberlakukan H+1 Lebaran atau tanggal 7 Juni 2019. Pemberlakuan waktunya sama dengan saat arus mudik pukul 20.00--08.00 WIB.


"Pada prinsipnya Gapasdap akan mendukung apapun program pemerintah sepanjang memang dapat efektif melancarkan arus penyeberangan. Hanya yang perlu dipikirkan adalah tanpa persiapan yang memadai, dikhawatirkan timbul masalah di lapangan karena para pemudik dengan segala keterbatasan waktu libur dan kemampuan lainnya akan keberatan dengan kebijakan ini," terangnya.


Menurutnya, pemerataan distribusi arus muatan bisa dilakukan dengan tarif barier seperti di moda transportasi darat, kereta api maupun udara di mana saat musim puncak tarif bisa mencapai batas atas.


Hal ini lanjutnya, bertujuan mengalihkan pilihan waktu favorit menuju ke waktu-waktu yang lebih sepi, sehingga distribusi muatan diharapkan lebih merata.


"Para pemudik ke Sumatra lebih senang jalan malam naik kapal karena berharap sampai di seberang sudah terang dan perjalanan lebih aman. Ini yang bisa dilakukan pengamanan baik oleh Polri maupun TNI dengan memperbanyak kendaraan patroli di sepanjang jalan yang dilalui para pemudik serta mengadakan operasi keamanan gabungan antara Polri dan TNI di tempat rawan kejahatan," paparnya.

Pantau terus perkembangan Real Count KPU Pilpres 2019, di sini.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
bakauheni, ganjil genap, gapasdap, pelabuhan merak

Editor : Yusuf Waluyo Jati

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top
Tutup