Neptune & Eni Gagal Menangkan Lelang Blok Migas West Ganal

Neptune Energy Muara Bakau B.V. dan konsorsium PT Pertamina (Persero)—Eni Indonesia Limited gagal mendapatkan wilayah kerja migas eksplorasi West Ganal.
David Eka Issetiabudi
David Eka Issetiabudi - Bisnis.com 08 Mei 2019  |  08:17 WIB
Neptune & Eni Gagal Menangkan Lelang Blok Migas West Ganal
Blok migas - Ilustrasi

Bisnis.com, JAKARTA — Neptune Energy Muara Bakau B.V. dan konsorsium PT Pertamina (Persero)—Eni Indonesia Limited gagal mendapatkan wilayah kerja migas eksplorasi West Ganal.

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) akan melelang ulang Blok West Ganal.

Wakil Menteri ESDM Arcandra Tahar menyatakan bahwa tidak ada pemenang atas penawaran dua investor tersebut terhadap Blok West Ganal.

Menurutnya, ada pertimbangan tambahan yang menyebabkan wilayak kerja West Ganal harus dilelang ulang.

“Ini [West Ganal] akan kami lelang ulang dengan term and condition [syarat dan ketentuan],” katanya, Selasa (7/5/2019).

Padahal, lanjut Arcandra, kedua dokumen partisipasi yang diajukan sudah layak. Hanya saja, pihaknya meminta adanya pendalaman tambahan program di blok tersebut. Arcandra pun mengakui bahwa perubahan syarat dan ketentuan lelang hanya terjadi di Blok West Ganal.

“[Lelang] di WK [wilayah kerja] lain su­dah clear. Cuma di West Ganal. Proposal me­re­ka layak, hanya memperdalam,” tambahnya.

Dengan adanya pendalaman proposal, pemerintah berharap agar dapat menge­tahui program apa saja yang ditawarkan investor ketika mengelola wilayah kerja migas yang berlokasi di lepas pantai Kalimantan Timur.

Hadir dalam pengumuman Lelang Blok Migas Konvensional Tahap I/2019, Managing Director Neptune Energy Muara Bakau B.V. Eko Lumadyo terlihat bingung dengan alasan pemerintah melelang ulang Blok West Ganal.

“Kami masih kurang jelas, Pak,” katanya dalam sesi tanya jawab Lelang Blok Migas Konvensional Tahap I/2019, Selasa (7/5).

Dia meminta penjelasan tambahan Wamen ESDM, tetapi Arcandra memilih berbicara secara tertutup dengannya maupun dengan Konsorsium Pertamina—Eni.

Sementara itu, Vice President Eksplorasi Eni Muara Bakau B. V. Davide Casini Ropa mengatakan bahwa penawaran ulang terjadi di tempat lain, tidak hanya di Indonesia.

“Di Indonesia ini adalah pertama kalinya, [setidaknya] dimulai dari pengalaman saya sejak 2016 di Indonesia, tetapi satu hal yang umum di seluruh dunia,” katanya.

Saat ini, pihaknya menanti permintaan dokumen tambahan atas dokumen partisipasi lelang Blok West Ganal.

Kendati bersaing di Blok West Ganal, Eni dan Neptune Energy merupakan re­kanan di proyek Lapangan Jangkrik. Pro­yek yang mencakup Lapangan Jangkrik dan Jangkrik North East yang terletak di Blok Muara Bakau, Cekungan Kutei, di per­airan laut dalam Selat Makassar, seki­tar 70 km dari garis pantai Kalimantan Timur.

Di Lapangan Jangkrik, Eni Muara Bakau yang menguasai saham partisipasi sebesar 55% juga bekerja sama dengan Neptune Energy (33%) dan PT Saka Energi Muara Bakau (11,7%).

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
lelang blok migas

Editor : Bunga Citra Arum Nursyifani

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top