Pengunjung Ekowisata Pastap Julu Terus Bertambah

Pada desa ini ada sejumlah objek wisata yang ditawarkan kepada pengunjung di antaranya adalah Tubing, Camping Crown, wisata air terjun, panjat tebing dan lintas alam.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 08 Mei 2019  |  17:40 WIB
Pengunjung Ekowisata Pastap Julu Terus Bertambah
Air terjun di Ekowisata Pastap Julu

Bisnis.com, MADINA--Ekowisata Desa Pastap Julu, Kecamatan Tambangan, Kabupaten Mandailing Natal, Sumatra Utara, yang terkenal dengan keindahan alamnya saat ini mulai dikunjungi oleh wisatawan asing dan lokal.

Kepala Desa Pastap Julu, Ali Musa Manto di Madina,mengatakan, kunjungan wisatawan asing dan lokal ke desa itu sejak ditetapkannya menjadi daerah wisata mengalami peningkatan dari tahun ke tahun.

"Sejak 2017 hingga 2019 wisatawan asing dan lokal yang berwisata ke Desa Pastap Julu mencapai ratusan orang," ujarnya Rabu (8/5/2019).

Pada desa ini ada sejumlah objek wisata yang ditawarkan kepada pengunjung diantaranya adalah Tubing, Camping Crown, wisata air terjun, panjat tebing dan lintas alam.

Dia menyampaikan, pembukaan desa ini menjadi daerah wisata didasari oleh rendahnya perekonomian masyarakat di desa yang dikelilingi oleh hutan lindung dan Taman Nasional Batang Gadis (TNBG) tersebut.

Di desa itu warga masyarakat tidak sebebas dari desa-desa lain yang ada di Madina.

"Melihat kondisi ini sebagai solusi untuk meningkatkan perekonomian masyarakat kita adalah melirik keindahan alam dengan pola penjualan jasa karena desa kita dianugrahi keindahan alam yang menjanjikan," ujarnya.

Sejak ditetapkannya desa ini menjadi salah satu desa Eko Wisata oleh Dinas Pariwisata Madina saat ini peningkatan ekonomi masyarakat mengalami peningkatan dari yang sebelumnya dikisaran Rp25 juta per minggu kini sudah mencapai 40 juta per minggunya.

Meskipun desa ini sektor pariwisatanya sudah mulai menggeliat faktor-faktor infrastruktur seperti jalan menuju desa tersebut serta jalan ketempat wisata yang ada desa ini saat masih menjadi perhatian.

Atas kondisi tersebut Ali Musa mengharapkan perhatian dari Pemerintah Daerah Madina, Provinsi maupun Kementerian Pariwisata sehingga nanti desa yang mandiri di Sumatera Utara dan bisa menghasilkan PAD.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
EKOWISATA

Sumber : Antara

Editor : M. Rochmad Purboyo

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top