Kembangkan Vokasi, Kemenperin Siapkan Rp1,78 triliun

Kementerian Perindustrian (Kemenperin) siap menggelontorkan anggaran Rp1,78 triliun untuk program pendidikan vokasi industri pada tahun ini.
Andi M. Arief
Andi M. Arief - Bisnis.com 23 April 2019  |  09:26 WIB
Kembangkan Vokasi, Kemenperin Siapkan Rp1,78 triliun
Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto - KEMENPERIN

Bisnis.com, JAKARTA – Kementerian Perindustrian (Kemenperin) siap menggelontorkan anggaran Rp1,78 triliun untuk program pendidikan vokasi industri pada tahun ini.

Kemenperin menyatakan terus berupaya menciptakan SDM kompeten terutama yang siap menghadapi era industri 4.0, salah satunya melalui perombakan kurikulum pendidikan dengan lebih menekankan pada bidang science, technology, engineering, arts, dan mathematics (STEAM).

Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto mengatakan progam ini menjadi salah satu andalan pemerintah untuk menyiapkan angkatan kerja di Tanah Air yang dapat menerapkan industri 4.0.

“Program itu sangat penting, karena tahun ini merupakan tahun pertama di Kemenperin punya Badan Pengembangan SDM Industri,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Senin (22/4/2019).

Airlangga menuturkan kementerian telah melakukan program link and match antara industri dan SMK. Program tersebut diharapkan mampu meningkatkan kompetensi lulusan SMK, sehingga dapat langsung bekerja di industri karena kurikulum yang diajarkan mengikuti kebutuhan dunia usaha.

Kemenperin menyatakan telah menghubungkan 855 perusahaan dengan 2.012 SMK. Adapun, berdasar situs resmi data SMK, saat ini terdapat 14.218 SMK dengan lebih dari 5 juta siswa. Jika mengacu pada data tersebut maka kementerian baru memfasilitasi 18,31% dari total SMK untuk bekerja sama dengan industri dan menyerap sekitar 8% siswa sebagai tenaga kerja.

Airlangga mengatakan Kemenperin telah menyiapkan insentif super deduction tax bagi perusahaan industri yang aktif mengembangkan pendidikan vokasional. Insentif tersebut berupa pengurangan penghasilan bruto sebesar 200% dari biaya yang dikeluarkan perusahaan.

"Jadi, misalnya perusahaan yang membantu SMK melalui pemberian peralatan dan permesinan dengan investasinya Rp1 miliar akan diberikan super deductible tax senilai Rp2 miliar dalam periode 5 tahun," ujarnya.

Airlangga menyampaikan industri yang aktif membantu pendidikan vokasi juga akan difasilitasi insentif super deductible tax duntuk inovasi mencapai 300%.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
industri, vokasi

Editor : Galih Kurniawan

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top
Tutup