Brexit Ditunda, Harga Rumah di Inggris Kembali Terkerek

Penawaran harga rumah di Britania, Inggris mengalami kenaikan terbanyak selama setahun terakhir dalam empat pekan belakangan. Hal ini menjadi tanda bahwa pasar properti residensial Inggris telah melewati fase terburuk menjelang Brexit.
Mutiara Nabila
Mutiara Nabila - Bisnis.com 22 April 2019  |  11:28 WIB
Brexit Ditunda, Harga Rumah di Inggris Kembali Terkerek
Suasana Kota London - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA – Penawaran harga rumah di Britania, Inggris mengalami kenaikan terbanyak selama setahun terakhir dalam empat pekan belakangan. Hal ini menjadi tanda bahwa pasar properti residensial Inggris telah melewati fase terburuk menjelang Brexit.

Kenaikan bulanan sebesar 1,1 persen pada harga tawaran rumah menjadi catatan yang berbeda dari biasanya mulai awal musim semi tahun ini, sehingga mengurangi kemungkinan kenaikan harga rumah tahunan sebanyak 0,1 persen.

Pasar perumahan Britania telah mengalami perlambatan yang signifikan sejak referendum Brexit pada 2016 lalu, dengan hanya mengalami pertumbuhan yang sangat kecil, terutama hingga beberapa bulan belakangan. Namun, sejumlah data menunjukkan bahwa awal 2019, pasar perumahan Inggris kembali stabil.

Direktur Riset Rightmove Miles Shipside mengatakan bahwa adanya penundaan Brexit dari Uni Eropa bisa mendorong orang yang tadinya menunda pembelian untuk jadi melakukan transaksi.

“Kami tidak mengantisipasi adanya lonjakan aktivitas yang signifikan, tapi mungkin ada gelombang yang menunjukkan perbaikan permintaan dari harga rumah yang sempat turun dan bunga kredit pemilikan rumah yang rendah,” ungkap Shipside, seperti dilansir Reuters, Minggu (20/4/2019).

Shipside melanjutkan, website Rightmove mendapat kunjungan tertinggi pada Maret lalu. Rightmove merupakan website pencarian perumahan yang menampung 90 persen dari keseluruhan penjualan properti residensial di Inggris.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
penjualan properti, properti inggris UK

Editor : M. Rochmad Purboyo

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top
Tutup