Harga Rumah di Inggris Diprediksi Terus Turun Hingga Akhir Tahun

Harga rumah di Britania Raya diperkirakan akan tetap mengalami penurunan hingga enam bulan ke depan, bahkan hingga akhir 2019 di London dan Tenggara Inggris.
Mutiara Nabila
Mutiara Nabila - Bisnis.com 15 April 2019  |  07:48 WIB
Harga Rumah di Inggris Diprediksi Terus Turun Hingga Akhir Tahun
Suasana Kota London - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA –  Harga rumah di Britania Raya diperkirakan akan tetap mengalami penurunan hingga enam bulan ke depan, bahkan hingga akhir 2019 di London dan Tenggara Inggris.

Selain harga rumah, harga sewa juga diprediksi turun, dengan para tenant umumnya membayar rata-rata 757 pound sterling per bulan, turun dari 772 pound sterling pada tahun lalu, melanjutkan pola penurunan harga yang mulai muncul setelah Brexit 2016 silam.

Lembaga survei The Royal Institution Chartered Surveyors (RICS) menyebutkan bahwa pada Maret lalu terjadi sejumlah penurunan di seluruh Britania Raya, dengan penjualan yang lemah dan permintaan terendah selama delapan bulan berturut-turut dari pembeli.

Rata-rata properti di Inggris bisa terjual dalam waktu 19 pekan. Adapun, rata-rata waktu penjualan terpanjang terjadi di Tenggara Inggris dengan rata-rata terjual dalam waktu 21,5 pekan.

Pasar properti yang kondisinya sedang terpuruk itu menghalangi penjual potensial untuk menjual rumah mereka. RICS mengatakan bahwa ada penurunan pendaftaran rumah untuk dijual akhir-akhir ini.

“Survei kami menemukan bahwa harga rumah di Inggris rata-rata bisa turun antara 24 persen – 27 persen,” ungkap laporan RICS seperti dilansir Reuters, Minggu (14/4/2019).

Hal itu menambah indikasi adanya penurunan harga rumah lebih lanjut dalam skala nasional di Inggris, setidaknya dalam beberapa kuartal ke depan. Selain itu, London dan Tenggara Inggris menjadi area yang diperkirakan akan terus mengalami penurunan harga lebih panjang lagi, hingga akhir tahun.

“Brexit masih menjadi faktor utama ketidakpastian pasar saat ini. Hal ini umumnya juga terjadi pada rumah dengan harga menengah hingga atas, sehingga kebanyakan pembeli akan menunggu keputusan Brexit sebelum memberikan komitmen pembelian,” kata Steve Gadsby, Pendiri perusahaan konsultan properti Gadsby Nichols.

Adapun, harga sewa juga mengikuti jejak yang sama dengan harga rumah, dengan para pengisi hanya membayar kenaikan harga sekitar 20 pound sterling setelah adanya pemilihan Brexit.

The Deposit Protection Scheme, salah satu badan pemerintah untuk mengelola deposito pengisi hunian sewa sejak 2012 dan penyedia data hunian sewa, mengatakan bahwa jumlah sewa anjlok ke level terendahnya selama tiga tahun.

Badan itu menyebutkan bahwa harga rental di Inggris anjlok ke 757 pound sterling pada kuartal I/2019, dengan penurunan harga 0,64 persendari kuartal sebelumnya dan 1,87 persen lebih rendah dari kuartal yang sama tahun lalu.

Penurunan terbesar terjadi di Tenggara Inggris, dengan rata-rata harga sewa turun dari 879 pound sterling menjadi 954 pound sterling pada tahun lalu.

“Dengan sewa yang mengalami penurunan, dan pertumbuhan pendapatan yang berada di bawah inflasi, penurunan harga ini sebenarnya menjadi kabar baik bagi penyewa yang khawatir akan keterjangkauan harga huniannya,” sebut The Deposit Protection Scheme.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
penjualan properti

Editor : M. Rochmad Purboyo

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top