Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Target Serapan Material Beton Sulit Terealisasi

Produsen material beton sulit memenuhi target serapan material beton sebesar 30% pada proyek konstruksi nasional.
Krizia Putri Kinanti
Krizia Putri Kinanti - Bisnis.com 19 Maret 2019  |  17:52 WIB
Pekerja melakukan pengecekan rutin beton di pabrik milik PT Wijaya Karya Beton. - JIBI/Nurul Hidayat
Pekerja melakukan pengecekan rutin beton di pabrik milik PT Wijaya Karya Beton. - JIBI/Nurul Hidayat

Bisnis.com, JAKARTA-- Produsen material beton sulit memenuhi target serapan material beton sebesar 30% pada proyek konstruksi nasional.

Ketua Umum Asosiasi Perusahaan Pracetak dan Prategang Indonesia (AP3I) Wilfred Singkali mengatakan bahwa tahun ini target serapan material beton terhadap proyek infrastruktur masih akan mengikuti proyeksi Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

"Jika berdasarkan proyeksi Kementerian PUPR, untuk bisa berperan 30% pada proyek konstruksi nasional maka kapasitas produksi produsen beton precast harus mencapai 41 juta ton per tahun," ujarnya kepada Bisnis, Selasa (19/3/2019).

Perhitungan kapasitas produksi 41 juta ton ini merupakan total dari 76 pabrik baru. Saat ini terdapat 42 perusahaan produsen pabrik baru, namun target ini diyakini belum tercapai. "Kemungkinan belum tercapai karena existing capacity belum terpakai 100%.

Direktur Utama Wijaya Karya Beton Hadian Pramudita mengungkapkan pihaknya membidik kontrak baru Rp9,07 triliun untuk pengerjaan beberapa proyek seperti jalan tol.

"Kami sudah dapat itu tol bogor ring road itu dari non Wika yang dari Wika kemungkinan hanya tol Padang - Pekanbaru, dan area Bandung ada 2 paket disitu kebetulan Wika kontraktor, yang di Jakarta Harbour," ujarnya.

Apabila dirinci lebih lanjut, proyek tol yang diserap adalah Tol Bogor Ring Road seksi IIIA, Tol Padang - Pekanbaru, Tol NS-Link Bandung dan Tol Harbour Road 2 (Jalan Tol Ancol Timur - Pluit).

Menurut Hadian, dari kontrak sebesar Rp9,07 triliun, pada kuartal I tidak begitu besar karena tertunda karena pesta demokrasi yang akan datang.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Beton Pracetak
Editor : M. Rochmad Purboyo

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top