Desain Arsitektur Yang Instagrammable Diminati Konsumen

Instagram saat ini menjadi media paling populer di dunia. Desainer asal Amerika Ryan Korban salah satunya juga selalu mengandalkan instagram dalam memasarkan produk-produknya.
Mutiara Nabila | 17 Maret 2019 17:43 WIB
Ilustrasi: Desain interior Resort Cordevalle di San Martin, California - denoxa.com

Bisnis.com, JAKARTA – Instagram saat ini menjadi media paling populer di dunia. Desainer asal Amerika Ryan Korban salah satunya juga selalu mengandalkan instagram dalam memasarkan produk-produknya. Menggunakan warna terang atau dipadu dengan emas menjadi gaya yang menurutnya bisa menarik banyak perhatian orang.

Di Amerika, pemikiran Korban kemudian dituangkan dalam interior ruangan gedung-gedung apartemen kantor lewat desain yang mencolok dan kemudian menaruhnya di instagram. Korban memulainya dengan menata lobi dengan pencahayaan yang bisa membuat wajah orang tampak cerah dan 10 tahun lebih muda dan menambahkan dua sofa beludru.

“Sekarang semua secara desain adalah soal simetris, marmer, intinya yang kalau difoto lewat ponsel itu masuk semua dan kelihatan bagus,” katanya, dikutip dari Bloomberg, Minggu (17/3/2019).

Ruangan yang “instagrammable” itu dipajang di lobi gedung apartemen, menyambut pengunjung atau calon pembeli, tanpa memperdulikan bahwa pengunjung cuma ingin berfoto ria dan tiadk membeli apartemen, yang harganya dibanderol di kisaran US$2 juta.

“Kami ingin membangun brand, dan memang harusnya banyak orang yang lihat,” kata Korban tentang desain-desainnya.

Instagram merupakan salah satu media sosial yang berkembang paling pesat di dunia saat ini. Lebih daro 100 juta pengguna aktif hanya di Amerika Serikat saja. Dengan adanya media sosial seperti instagram, pengembang properti ikut terjun memasarkan produknya lewat media sosial dengan menunjukkan desain atau fase pembangunan,

Banyak yang khawatir kalau produk sudah difoto bisa membuat harganya turun, ada pula yang khawatir banyak ide tercuri ketika produk dipamerkan apalagi lewat media sosial.

Namun, pengembang dan arsitek yang paham tentang penggunaan media sosial justru menjadikannya sebagai alat utama untuk memasarkan produknya dan menuangkan ide kreatif lewat desain-desain, bahkan mulai dari proses konstruksinya.

Dengan foto yang instgrammable dan bisa dilihat oleh banyak orang, foto itu justru bisa memberikan inspirasi kepada banyak orang.

“Sudah banyak sekarang yang merekrut desainer interior khusus supaya ruangannya bisa cocok dan menarik diunggah di media sosial, kadang dari agen, kadang dari penjual yang mau rumahnya lebih menarik waktu dilihat agen,” sambungnya.

Salah satu contohnya, di apartemen Quay Tower di New York yang memasang desain instagrammable di kantor pemasarannya. Banyak orang yang datang hanya mau berswafoto di depan gambar taman Brooklyn Bridge Park yang dijadikan seperti kartun.

Presiden dan CEO perusahaan pengembang Urby David Barry menyebutkan bahwa akan lebih prospektif kalau tenant penjualan produknya lebih menawarkan pengalaman kepada pengunjung dan bisa diunggah ke laman Instagram. Jadi, menurutnya menyediakan ruang yang instagrammable itu sangat penting.

Dengan menyediakan ruangan instagrammable sendiri, media sosial Urby sudah meraup 16.000 pengikut. Barry yakin kalau instagram sangat berpengaruh dalam hal penuualan dan pemasaran, melihat banyak penyewa atau pembeli apartemen yang mencari ruang yang menarik perhatian banyak orang.

“Instagram menurut saya memang tidak memiliki tujuan utama untuk jalan transaksi, tapi jalur yang bagus untuk mempromosikan brand awareness, yang ujungnya bisa jadi transaksi,” kata Barry.

Menurut Barry, pertumbuhan pengikut di instagram di Urby lebih cepat dibandingkan dengan lewat website lewat tempat-tempat yang keren dan lucu untuk dijadikan lokasi foto.

Tag : desain rumah
Editor : M. Rochmad Purboyo

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top