Ekspor Sepatu Nasional Diproyeksi Sentuh US$6,5 Miliar Tahun Ini

Ekspor produk alas kaki dalam negeri diyakini bisa mencapai US$6,5 miliar pada 2019.
Annisa Sulistyo Rini | 15 Maret 2019 16:54 WIB
Pekerja menyelesaikan pembuatan sandal dan sepatu di PT Aggiomultimex, Sidoarjo, Jawa Timur, Senin (25/9/2017). - ANTARA/Umarul Faruq

Bisnis.com, JAKARTA -- Kementerian Perindustrian memproyeksi ekspor produk alas kaki dalam negeri bisa mencapai US$6,5 miliar pada 2019.

Menteri Perindustrian (Menperin) Airlangga Hartarto mengatakan salah satu pendorong peningkatan ekspor alas kaki adalah penandatanganan kerja sama Indonesia-Australia Comprehensive Economic Partnership Agreement (IA-CEPA) dengan pemerintah Australia dan European Free Trade Association (EFTA).

"Ini menjadi potensi untuk memperluas pasar ekspor bagi produk manufaktur nasional. Ekspor alas kaki bisa meningkat sampai US$6,5 miliar pada 2019 dan menjadi US$10 miliar dalam 4 tahun ke depan," ujarnya dalam keterangan resmi yang diterima Bisnis, Jumat (15/3/2019).

Airlangga menegaskan pemerintah berupaya melakukan kebijakan strategis untuk mendorong industri alas kaki di Indonesia agar semakin meningkatkan kapasitas produksinya. Sehingga, dapat memenuhi kebutuhan dalam negeri sekaligus menjadi substitusi impor atau mengisi pasar ekspor.

Salah satunya, pemerintah siap memberikan berbagai kemudahan, antara lain kemudahan akses terhadap bahan baku, peningkatan kompetensi Sumber Daya Manusia (SDM) melalui pendidikan vokasi yang link and match antara SMK dengan industri, serta implementasi peta jalan Making Indonesia 4.0 dalam menyongsong revolusi industri 4.0.

Industri alas kaki merupakan salah satu sektor manufaktur andalan yang memberikan kontribusi besar bagi perekonomian nasional. Ini tercermin dari pertumbuhan kelompok industri kulit, barang dari kulit, dan alas kaki yang mencapai 9,42% pada 2018 atau naik signifikan dibandingkan tahun sebelumnya yang sekitar 2,22%.

Angka pertumbuhan tahun lalu tersebut melampaui pertumbuhan ekonomi nasional di angka 5,17%. Ekspor alas kaki nasional juga mengalami peningkatan 4,13% dari 2017 yang senilai US$4,91 miliar menjadi US$5,11 miliar pada 2018.

Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menjelaskan industri alas kaki sedang diprioritaskan pengembangannya karena menjadi sektor padat karya berorientasi ekspor.

“Bersama industri tekstil dan pakaian, industri alas kaki juga dipersiapkan untuk memasuki era industri 4.0 agar lebih berdaya saing global dan ekspornya naik,” lanjut Menperin.

Agar industri tergerak aktif melakukan kegiatan penelitian dan pengembangan untuk inovasi serta terlibat dalam program pendidikan dan pelatihan vokasi, pemerintah akan memfasilitasi melalui pemberian insentif fiskal berupa super deductible tax.
 
Ketua Umum Asosiasi Persepatuan Indonesia (Aprisindo) Eddy Widjanarko meyakini industri alas kaki di Indonesia akan semakin tumbuh dan berdaya saing. Hal ini sejalan dengan upaya pemerintah dalam menciptakan iklim investasi yang kondusif dan penerapan industri 4.0.

“Industri sepatu sangat cocok dikembangkan di Indonesia dan akan terus menjadi sektor andalan masa depan. Kami melihat ekspor akan meningkat tahun ini seiring adanya investasi tambahan yang masuk ke Indonesia,” ucapnya.

Tag : kemenperin, sepatu
Editor : Annisa Margrit

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top