Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Pulau Nias dan Mentawai Segera Dilayani Tol Laut

KM Kendhaga Nusantara 2 mulai beroperasi Senin (11/3/2019) melayani trayek Teluk Bayur-Sinabang-Gunung Sitoli-Mentawai (Sikakap)-Teluk Bayur (T-2).
Sri Mas Sari
Sri Mas Sari - Bisnis.com 10 Maret 2019  |  19:11 WIB
Pulau Nias dan Mentawai Segera Dilayani Tol Laut
Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi (ketiga kanan) berbincang dengan Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita (kedua kanan) saat menghadiri seminar nasional tol laut di atas kapal KM Dorolonda, Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, Jawa Timur, Senin (4/2/2019). - ANTARA/Abriawan Abhe
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA – Pulau Nias dan Kepulauan Mentawai segera dilayani lagi oleh program tol laut menyusul penyerahan KM Kendhaga Nusantara 2 oleh pemerintah kepada PT ASDP Indonesia Ferry selaku operator.

Setelah selesai dibangun di galangan kapal PT Industri Kapal Indonesia (IKI) Makassar, KM Kendhaga Nusantara 2 diserahkan kepada ASDP di Pelabuhan Teluk Bayur, Padang, Sabtu (9/1/2019).

Kapal akan mulai beroperasi Senin (11/3/2019) melayani trayek Teluk Bayur-Sinabang-Gunung Sitoli-Mentawai (Sikakap)-Teluk Bayur (T-2).

"Kapal akan menjadi sarana dan prasarana untuk mengirim kebutuhan pokok dan penting, hasil produksi UKM, pertanian, perkebunan, perikanan, perindustrian, dan pertambangan masyarakat Sumatra Barat, Pulau Nias, dan sekitarnya," kata Kasubdit Angkutan Laut Dalam Negeri Direktorat Lalu Lintas dan Angkutan Laut Ditjen Perhubungan Laut Kemenhub Budi Mantoro dalam siaran pers, Minggu (10/3/2019).

Menurut dia, dengan kapasitas muat kontainer 100 TEUs, KM Kendhaga Nusantara 2 dapat memuat kargo lebih banyak dibandingkan dengan menggunakan moda transportasi lain.

Pemerintah akan meningkatkan konektivitas antarmoda sehingga tol laut tidak hanya menjangkau port to port, tetapi juga end to end dengan melibatkan moda lain, seperti moda darat, penyeberangan, dan udara.

"Untuk daerah-daerah yang tidak memiliki akses jalan yang memadai, kami akan bersinergi dengan angkutan perintis, penyeberangan, maupun pelayaran rakyat," tuturnya.

Pemerintah pun akan bekerja sama dengan lembaga swadaya masyarakat (LSM) untuk mengembangkan Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) agar bisa membeli barang-barang yang didatangkan dari pelabuhan pangkal untuk kemudian dijual kembali kepada masyarakat.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Tol Laut
Editor : Miftahul Ulum
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top