Himperra Anggap Isu Penggabungan dan Pemisahan PUPR Tidak Penting

Isu penggabungan kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat kini menjadi sebuah dilema bagi para pengembang dan pemerintah.
Putri Salsabila
Putri Salsabila - Bisnis.com 05 Maret 2019  |  18:04 WIB
Himperra Anggap Isu Penggabungan dan Pemisahan PUPR Tidak Penting
Ilustrasi Suasana perumahan. - Bisnis/Felix Jody Kinarwan

Bisnis.com, JAKARTA -- Isu penggabungan kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat kini menjadi sebuah dilema bagi para pengembang dan pemerintah. Walaupun PUPR sukses melaksanakan beberapa proyek, penggabungan PUPR dianggap mengganggu konsentrasi pemerintah terhadap pembangunan perumahan rakyat.

Pembangunan Perumahan Rakyat dianggap penting pasalnya, perumahan adalah sebuah dasar pembangunan suatu bangsa yang bahagia, damai dan sejahtera sesuai dengan kutipan muhammad Hatta.

Menurut Ketua Umum Himpunan Pengembang Permukiman dan Perumahan Rakyat Himperra, Endang Kawidjaja mengatakan bahwa pemisahan dan penggabungan dua kementerian bukan menjadi hal yang terlalu penting untuk didiskusikan.

“Menurut kami tidak terlalu penting membahas penggabungan Pera dan PU, karena disisi lain juga ada keuntungannya. Jumlah anggaran menjadi lebih sedikit, pengalokasian dengan seorang menteri yang sama menjadi lebih ringkas,” ujarnya di Jakarta, Selasa (5/3/2019).

Selain itu, Endang tidak memungkiri bahwa untuk menciptakan kefokusan yang baik dalam membangun perumahan rakyat, diperlukan kementerian Perumahan Rakyat untuk berdiri sendiri.

“Bila bicara tentang fokus, memang benar apabila Pera perlu berdiri sendiri,” ujarnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
program sejuta rumah

Editor : M. Rochmad Purboyo

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top