Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Peremajaan Kebun Karet Ditarget Capai 700.000 Ha

Pemerintah berniat melakukan replanting atau peremajaan atas 700.000 hektare (ha) kebun tanaman karet dalam waktu 5 tahun.
Juli Etha Ramaida Manalu
Juli Etha Ramaida Manalu - Bisnis.com 04 Maret 2019  |  11:08 WIB
Petani memanen getah karet di Banyuasin, Sumatra Selatan, Selasa (8/1/2019). - Antara/Nova Wahyudi
Petani memanen getah karet di Banyuasin, Sumatra Selatan, Selasa (8/1/2019). - Antara/Nova Wahyudi

Bisnis.com, JAKARTA - Pemerintah berniat melakukan replanting atau peremajaan atas 700.000 hektare (ha) kebun tanaman karet dalam waktu 5 tahun.

Luasan ini hampir 3 kali lipat lebih tinggi dibandingkan mandat rapat International Tripartite Rubber Council untuk meremajakan 50.000 ha kebun karet per tahun yang berarti 250.000 ha dalam 5 tahun.

“[700.000 ha] dalam 5 tahun,” ujar Direktur Tanaman Tahunan dan Penyegar Kementerian Pertanian Irmijaty Rachmi Murbahan, pekan lalu.

Dia menambahkan, keseluruhan lahan yang akan diremajakan merupakan kebun milik rakyat. Adapun luas kebun karet rakyat rakyat saat ini mencapai lebih dari 3 juta ha.

Sementara itu, dana untuk peremajaan ini akan berasa dari berbagai sumber termasuk APBN. Saat ini, pemerintah bersama pelaku industri pun telah mendiskusikan kemungkinan penyerapan kayu karet sebagai tambahan dana untuk membantu membiayai peremajaan.

Menurut Irmi, dalam skema bantuan peremajaan kebun karet seluas 6.000 ha yang telah dialokasikan dari APBN untuk 2019, pihaknya akan menyalurkan bantuan penuh untuk benih dan sebagian bantuan untuk biaya pupuk.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

karet perkebunan perkebunan karet
Editor : Bunga Citra Arum Nursyifani
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top