Konsumsi Listrik Jakarta Raya Ditopang Ritel dan Perkantoran

PLN Distribusi Jakarta Raya (PLN Disjaya) menyebut konsumsi listrik di regional tersebut banyak ditopang oleh pelanggan sektor ritel dan perkantoran.
Anitana Widya Puspa
Anitana Widya Puspa - Bisnis.com 21 Februari 2019  |  14:50 WIB
Konsumsi Listrik Jakarta Raya Ditopang Ritel dan Perkantoran
/Ilustrasi

Bisnis.com, JAKARTA—PLN Distribusi Jakarta Raya (PLN Disjaya) menyebut konsumsi listrik di regional tersebut banyak ditopang oleh pelanggan sektor ritel dan perkantoran.

General Manager PLN Disjaya, Ikhsan menjelaskan kendati secara jumlah lebih banyak pelanggan rumah tangga yakni sekitar 70%, akan tetapi dari segi serapan konsumsi yang paling banyak tetap ritel dan perkantoran.

Tahun ini, PLN Disjaya pun membidik 160.000 pelanggan setelah tahun lalu berhasil melakukan penyambungan kepada 149.000 pelanggan.

Namun, sebut dia, saat ini, kendala dalam memenuhi target pelanggan dan meningkatkan konsumsi listrik adalah banyak berpindahnya industri ke wilayah penyangga Jakarta. Di sisi lain, imbuh dia, pasokan dari pembangkit yang tersedia terus bertambah. Hal ini, lanjut dia juga berdampak pada penurunan pendapatan perseroan.

“Kota Jakarta itu permintaannya sudah satu rate ya. Jadi, tidak terlalu tumbuh. Masyarakat sudah memiliki AC, TV. Maka yang berkembang itu daerah pinggiran. Terus terang ini menggerus konsumsi dan pendapatan kita. Puluhan industri pindah, artinya kami harus berpikir biar pendapatan gak turun,”ungkapnya

Melihat kondisi itu, maka perseroan mulai mengembangkan bisnis powerbank sebagai pengganti genset dengan sasaran utam sektor bisnis tersebut. “Nah, yang bisnis ini, gak usah pakai genset, pakai listrik premium PLN saja,"imbuhnya.

Penggunaan power bank dan UPS, diklaim lebih rendah emisi dan polusi suara. Power bank, imbuhnya, dari sisi keekonomian lebih hemat hingga 30%—40% dibandingkan genset.

Belum lagi, kota Jakarta memiliki kendala galian  karena tidak memiliki terowongan bawah tanah. Biaya power bank bisa lebih murah karena tidak perlu menggali.

Dengan harga solar nonsubsidi sekitar Rp9.000 per liter, berarti harga listrik dari genset adalah Rp3.000 per Kwh. Berbeda dengan biaya dari Power Bank Express Power dari PLN yang hanya dikenakan Rp1.600 per kWh.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
listrik, konsumsi, konsumsi listrik

Editor : Bunga Citra Arum Nursyifani

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top
Tutup