Digitalisasi Sektor Pertanian, Perikanan, Peternakan Pacu Industri Makanan dan Minuman

Penerapan industri 4.0 di sektor pertanian, perikanan, dan peternakan dinilai dapat mendorong kinerja industri makanan dan minuman, salah satu sektor prioritas pengembangan industri 4.0.
Wibi Pangestu Pratama
Wibi Pangestu Pratama - Bisnis.com 20 Februari 2019  |  03:30 WIB
Digitalisasi Sektor Pertanian, Perikanan, Peternakan Pacu Industri Makanan dan Minuman
Pekerja memeriksa kandang dan kondisi sapi perah di Balai Pengembangan Ternak Sapi Perah dan Hijauan Makanan Ternak Cikole, Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, Senin (18/9). - ANTARA/M Agung Rajasa

Bisnis.com, JAKARTA – Penerapan industri 4.0 di sektor pertanian, perikanan, dan peternakan dinilai dapat mendorong kinerja industri makanan dan minuman, salah satu sektor prioritas pengembangan industri 4.0.

Hal tersebut disampaikan Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto kepada Bisnis, menanggapi pembahasan industri 4.0 dalam debat kedua calon presiden yang diselenggarakan akhir pekan lalu.

Airlangga menjelaskan, sektor pertanian, perikanan, dan peternakan yang dibahas dalam debat merupakan bagian dari pohon industri makanan dan minuman (mamin). Penerapan industri 4.0 pada ketiga sektor tersebut menjadi penting untuk menunjang sektor mamin.

"Aplikasi digital bisa dilakukan untuk [pengolahan] data bagi industri terkait dengan panen, dan seperti yang disampaikan bapak presiden, terkait dengan memperpendek jalur [distribusi] dari petani ke buyer atau pembeli," ujar Airlangga kepada Bisnis, Selasa (19/02/2019).

Adapun, menurut Airlangga, revolusi industri ke-4 dapat mengakselerasi pertumbuhan ekonomi. Dia pun merujuk pada hasil riset McKinsey di mana penerapan industri 4.0 dapat membuka lapangan pekerjaan.

Berdasarkan hasil riset tersebut, diperkirakan akan terdapat 10 juta kesempatan kerja baru bagi tenaga kerja berkemampuan baru hingga 2025. Tenaga kerja dengan kemampuan digital tersebut akan tersebar 40% di sektor industri, dan 60% di sektor jasa yang terkait dengan sektor industri.

Airlangga pun menjelaskan pengembangan industri 4.0 dapat berjalan baik karena hal tersebut telah menjadi pembahasan di kalangan masyarakat, seperti di kampus-kampus, asosiasi bisnis, dan industri. "Dan menjadi agenda utama di sektor-sektor lainnya," ujar Airlangga.

Industri 4.0 menjadi salah satu bahasan dalam debat dengan tema energi, pangan, sumber daya alam, lingkungan hidup, infrastruktur.

Menanggapi pertanyaan moderator, calon presiden petahana Joko Widodo menjelaskan pengembangan SDM dan infrastruktur digital, serta pemanfaatan platform digital dapat mendorong Indonesia memasuki industri 4.0. Dia pun menjabarkan fintech sebagai solusi bagi petani untuk mendorong penjualan hasil panennya.

Sementara itu capres Prabowo Subianto menjelaskan perkembangan industri 4.0 berpotensi mengurangi serapan tenaga kerja seiring penggunaan robot dan otomasi. Dia pun menjelaskan saat ini belum ada jaminan harga pangan dapat terjangkau oleh masyarakat dan perlu adanya pemenuhan kebutuhan pangan dari dalam negeri.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Revolusi Industri 4.0

Editor : Sutarno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top