PT Waskita Karya Terima Rekor MURI dengan Proyek Pembangunan Bandara Tercepat

PT Waskita Karya (Persero) Tbk selaku kontraktor Proyek Pengembangan Bandara Ahmad Yani Semarang mendapatkan rekor Pembangunan Bandara Tercepat (12 bulan) dari Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) . Penghargaan MURI diterima Waskita pada tanggal 12 Februari 2019.
Krizia Putri Kinanti
Krizia Putri Kinanti - Bisnis.com 19 Februari 2019  |  06:39 WIB
PT Waskita Karya Terima Rekor MURI dengan Proyek Pembangunan Bandara Tercepat
Suasana di dalam terminal baru Bandara Internasional Ahmad Yani, Semarang, Jawa Tengah, Kamis (7/6). - Bisnis/Yustinus Andry

Bisnis.com, Jakarta - PT Waskita Karya (Persero) Tbk selaku kontraktor Proyek Pengembangan Bandara Ahmad Yani Semarang mendapatkan rekor Pembangunan Bandara Tercepat (12 bulan) dari Museum Rekor – Dunia Indonesia (MURI) . Penghargaan MURI diterima Waskita pada tanggal 12 Februari 2019.

Terminal baru bandara Ahmad Yani Semarang telah diresmikan oleh Presiden RI Joko Widodo pada Rabu, 6 Juni 2018. Presiden pun mengapresiasi pembangunan terminal baru bandara yang berhasil selesai dan beroperasi penuh lebih cepat dari target yakni pada akhir Nopember 2018.

Pengembangan bandara dimaksudkan untuk meningkatkan kapasitas daya tampung penumpang hingga 9 kali lipat menjadi 6,5 juta penumpang per tahun. Selama ini, Bandara Ahmad Yani Semarang merupakan pintu gerbang provinsi Jawa Tengah dengan kapasitas 800.000 penumpang per tahun, sedangkan penumpang eksisting tahun 2017 telah mencapai 4,4 juta penumpang per tahun.

Director of Operation I PT Waskita Karya (Persero) Tbk Didit Oemar Prihadi mengatakan pengembangan Bandara Ahmad Yani Semarang termasuk dalam Proyek Strategis Nasional yang tertuang dalam peraturan Presiden No 58 Tahun 2017 tentang Percepatan Proyek Strategis Nasional (PSN).

“Pembangunan terminal baru bandara Ahmad Yani senilai kurang lebih Rp1 triliun, merupakan pemenuhan kapasitas infrastruktur dalam rangka peningkatan konektivitas dilakukan melalui peningkatan luasan terminal dari 6708 m2 menjadi 58.652 m2, penambahan pelayanan lainnya antara lain aviobridge 3 unit, penggunaan Passanger Mover System, Baggage Handling System, dan Airport Operation Control Center (AOCC)," katanya dalam siaran resmi yang diterima Bisnis, Selasa (19/2/2019).

Bandara Ahmad Yani juga menjadi bandara di atas air (floating) pertama di Indonesia. Dengan desain yang sangat artistik dan mengusung konsep eco airport dan go green. Di mana untuk lampu jalan bandara akan memakai solar cell dan pengolahan airnya dengan Reverse Osmosis (RO) yaitu me-recycle air tambak untuk operasional bandara.

Adapun ruang lingkup pekerjaan yang dilaksanakan oleh PT. Waskita Karya mencakup pekerjaan Gedung Terminal, Pekerjaan Struktur, Pekerjaan Arsitektur, Pekerjaan Interior, Pekerjaan Mekanikal, Elektrikal, Plumbing (MEP), Pekerjaan Elektronika Bandara, STP dan Pekerjaan Power House.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
infrastruktur

Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top