Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Pelaksanaan B20 Berjalan Positif Tanpa Ada Keluhan

Seluruh solar yang diperjualbelikan di Indonesia harus merupakan campuran bidodiesel 20% CPO.
Kahfi
Kahfi - Bisnis.com 19 Februari 2019  |  02:09 WIB
Ilustrasi bahan bakar Biodiesel B20 - Reuters/Mike Blake
Ilustrasi bahan bakar Biodiesel B20 - Reuters/Mike Blake

Bisnis.com, JAKARTA - Pada pemaparan visi dan misi terkait tema Infrastruktur, SDA, Energi, Lingkungan Hidup, dan Pangan, Capres Joko Widodo dan Capres Prabowo Subianto berpolemik terkait penggunaan alternatif B20. Hal itu dibahas sebagai strategi mengurangi ketergantungan energi fosil.

Dalam Peraturan Menteri ESDM No.12/2015 termaktub pentahapan penggunaan Biofuel. Mulai 2020, Indonesia ditargetkan akan menggunakan B30.

Pemerintah menetapkan aturan B20 berlaku mulai 1 September 2018. Penerapan itu dilakukan untuk seluruh sektor, baik PSO dan non PSO.

Dengan kebijakan tersebut, maka seluruh solar yang diperjualbelikan di Indonesia harus merupakan campuran bidodiesel 20% CPO. Sebelumnya, penggunaan B20 ini telah berlaku selama 2,5 tahun, hanya saja untuk sektor PSO.

Terkait hal itu, Ketua I Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) Jongkie D Sugiarto menilai langkah pemerintah sudah tepat. Menurutnya, dengan tujuan besarnya menghemat penggunaan energi fosil, maka kebijakan tersebut harus terus didukung.

“Sudah tepat, terus kami dukung,” ujar Jongkie kepada Bisnis, Senin (18/2/2019).

Di lain sisi, di menilai penerapan B20 masih berlangsung sebagaimana diharapkan. Buktinya, pelaku industri tidak membutuhkan adaptasi terlalu lama untuk menyesuaikan kebijakan pemerintah tersebut.

“Jalannya positif, karena tidak ada keluhan dari pelaku industri sejauh ini,” ungkap Jongkie.

Namun tentang ambisi kebijakan B100, Jongkie belum mengetahui kesiapan masing-masing pihak. Sebab, katanya, rencana itu tetap harus melibatkan pemerintah, produsen bahan bakar, serta pelaku industri kendaraan juga.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bahan bakar nabati
Editor : Miftahul Ulum
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top