Indonesia Berpeluang Tingkatkan Ekspor Produk Kaca 30%

Indonesia berpeluang meningkatkan ekspor produk kaca 30% - 40% pada tahun ini, setelah pada 2018 berhasil meraup devisa US$113 juta.
Wibi Pangestu Pratama
Wibi Pangestu Pratama - Bisnis.com 18 Februari 2019  |  14:57 WIB
Indonesia Berpeluang Tingkatkan Ekspor Produk Kaca 30%
Teknisi menempelkan film pada kaca mobil. - Solar Gard

Bisnis.com, JAKARTA - Indonesia berpeluang meningkatkan ekspor produk kaca 30% - 40% pada tahun ini, setelah pada 2018 berhasil meraup devisa US$113 juta.

Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto mengatakan bahwa hasil produksi kaca nasional meliputi kaca lembaran, kaca pengaman, dan kaca cermin atau dekoratif.

"Potensi ekspor naik bisa 30%-40%,” ungkap Airlangga saat peresmian pabrik kaca lembaran terintegrasi PT Asahimas Flat Glass di Cikampek, Jawa Barat, Senin (18/2).

Airlangga menuturkan, sekitar 70% hasil produksi kaca nasional dipasarkan untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri. Adapun sisanya diekspor ke berbagai negara Timur Tengah, Afrika, Oceania, Eropa, Amerika Serikat dan Asia dengan nilai ekspor US$113 juta pada 2018.

“Permintaan kaca lembaran dunia tumbuh sekitar 6,6% per tahun. Pada 2018, tercatat sebesar 10 miliar meter persegi atau senilai kurang lebih US$102 miliar, yang diperkirakan 50% permintaan dunia ada di wilayah Asia-Pasifik,” ungkapnya.

Menperin optimistis, industri kaca nasional akan terus tumbuh setiap tahunnya, seiring kenaikan permintaan dari pasar domestik dan ekspor.

Selain itu, pemerintah mendorong penguatan rantai pasok untuk menjamin ketersediaan bahan baku yang berkesinambungan dan terjangkau, hingga terus mengupayakan jaminan pasok gas energinya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
industri kaca, airlangga hartarto

Editor : Fatkhul Maskur

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top