Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Pembangkit Kedua PLTU Cirebon Dijadwalkan Beroperasi 2022

Perusahaan pembangkit listrik Cirebon Power tengah membangun PLTU Cireboh tahap II dengan kapasitas sebesar 1.000 MW dan diperkirakan beroperasi pada 2022.
Anitana Widya Puspa
Anitana Widya Puspa - Bisnis.com 15 Februari 2019  |  03:43 WIB
Pembangkit Kedua PLTU Cirebon Dijadwalkan Beroperasi 2022
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA — Perusahaan pembangkit listrik Cirebon Power tengah membangun PLTU Cireboh tahap II dengan kapasitas sebesar 1.000 MW dan diperkirakan beroperasi pada 2022.

Presiden Direktur Cirebon Power Heru Dewanto mengatakan saat ini proses pembangunananya telah mencapai 24%, dan ditargetkan akan beroperasi pada tahun 2022 untuk memperkuat suplai listrik di Grid Jawa-Madura-Bali (Jamali).

“Pada proyek kedua ini, kami akan menggunakan teknologi yang lebih maju dan bersih, yaitu Ultra Super Critical,”ungkapnya melalui keterangan resm yang diterima Bisnis Kamis(14/2/2019).

Dia menyebut, sebelumnya konsorsium pengembang pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) Cirebon berkapasitas 660 MW juga telah menerapkan teknologi batu bara bersih. Pembangkit yang paling awal menerapkan teknologi super critical ini, memproduksi 5 TWh listrik setiap tahunnya, atau setara dengan daya listrik bagi satu juta rumah.

Heru melnajutkan, kedepannya perusahaan juga akan menggunakan teknologi mutakhir dan siap menjadi pilot project industri 4.0. Program ini menyambut tujuan pemerintah untuk menciptakan industri digitalisasi. Sementara itu, Cirebon Power juga telah menyatakan komitmennya untuk menekan emisi dan menahan efek gas rumah kaca.

Menurutnya emisi pembangkit perusahaan jauh di bawah ambang batas pemerintah. Bahkan, kami berada di posisi puncak dari seluruh pembangkit ramah lingkungan, atau Top 25% National Emission of CFPP. Cirebon power berkomitmen terhadap green sustainability. Oleh karena itu sejak awal perusahaan memastikan teknologi batu bara bersih, dan menerapkan berbagai fasilitas canggih untuk menekan emisi dan efek gas rumah kaca hingga level terendah.

“Kami juga berhasil menekan gas rumah kaca selalu di bawah 1.00 kg CO2 eq / KWh yang ditentukan sebagai nilai optimal dalam industri pembangkitan listrik. " ungkapnya.

Cirebon Power juga telah menerima penghargaan “The Green Era Award for Sustainability” dari lembaga internasional Otherways’ Management & Consulting Association di Lisabon, Portugal. Cirebon Power dinilai berhasil menjadi pelopor energi bersih di Indonesia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pltu cirebon
Editor : Sutarno
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top