Ada Promo Bus 'Trans-Jawa' Rp50.000, Ini Kata Dirut PO Putera Mulya

Perusahaan Otobus Putera Mulya Sejahtera mengklaim menjadi perusahaan pertama yang melayani jalur tol Trans-Jawa yang menghubungkan Jakarta--Semarang--Solo.
Rinaldi Mohammad Azka | 13 Februari 2019 11:02 WIB

Bisnis.com, JAKARTA -- Perusahaan Otobus Putera Mulya Sejahtera mengklaim menjadi perusahaan pertama yang melayani jalur tol Trans-Jawa yang menghubungkan Jakarta--Semarang--Solo.

Direktur Utama PO Putera Mulya, Kurnia Lesani Adnan, menuturkan upaya tersebut bukan dalam rangka membentuk trayek baru, melainkan pemberangkatan baru.

"Jadi bus Trans-Jawa yang kita maksud, kita membuat pemberangkatan baru, selama ini bus Jakarta--Wonogiri itu bernangkat sore, jadi kita buat keberangkatan pagi di Jakarta dan Tirtowadi," terangnya saat dihubungi Bisnis.com, Selasa (12/2/2019).

Pemberangkatan baru tersebut, lanjutnya, merupakan bagian dari utilisasi unit bus yang dimilikinya, sehingga pagi berangkat dari Jakarta dan Solo sorenya bisa melayani pemberangkatan normal dari Jakarta dan Wonogiri yang selama ini sudah ada.

Dia menuturkan keberangkatan baru ini dengan promo perjalanan hanya Rp50.000 sekali jalan dengan fasilitas bus dua tingkat [double dekker] yang dimilikinya tanpa mengurangi fasilitas apapun. Promosi tersebut lanjutnya karena membangkitkan segmen baru.

"Promo ini kita bekerja sama dengan United Tractors sebagai Agen Tunggal Pemegang Merek [ATPM] Scania di Indonesia dan redbus.id sebagai aggregator tiket kami. Itu pun berlaku untuk 14 Februari--17 Februari 2019," jelasnya.

Pada Senin 18 Februari 2019, akan ada harga baru dengan harganya hanya Rp90.000 per tiket. Subsidi dari United Tractors tersebut lanjutnya karena ada keinginan perusahaan tersebut membuat Scania bus Trans-Jawa.

Selain itu, pria yang juga menjabat sebagai Ketua Bidang Angkutan DPP Organda tersebut mengungkapkan langkah membuka keberangkatan baru ini mempertegas kalau swasta sudah menjadi pelaku bus Trans-Jawa.

"Mungkin boleh dikatakan bentuk dukungan rencana program pemerintah Kementerian Perhubungan juga," imbuhnya.

Lesani ingin menegaskan agar operator bus Trans-Jawa biarlah tetap swasta, pemerintah tinggal menyiapkan sarana dan regulasinya. Saran tersebut lanjutnya berupa hub atau penghubung terminal di jalan tol, dan regulasi yang dapat mendekatkan bus ke titik terdekat masyarakat. "DKI itu luas subterminal barat, timur, selatan pusat, sehingga masyarakat tidak bingung,"imbuhnya.

Dia menuturkan operasionalnya perjalanan Jakarta--Semarang itu akan berhenti di Mangkang dan penumpang yang menuju Semarang diangkut feeder berupa mobil shuttle. Setelah itu, bus melanjutkan perjalanan langsung menuju Solo.

Skema tersebut lanjutnya, sambil menunggu terminal di dalam tol berupa rest area yang direncanakan Kemenhub.

Tag : bus akap
Editor : Hendra Wibawa

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top