Pemasaran Green Diesel Diserahkan ke Pertamina

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) tidak memberi tenggat khusus kepada PT Pertamina (Persero) untuk menjual green diesel atau solar berbasis CPO dan menyerahkan sepenuhnya kepada perseroan.
David Eka Issetiabudi
David Eka Issetiabudi - Bisnis.com 10 Februari 2019  |  21:24 WIB
Pemasaran Green Diesel Diserahkan ke Pertamina
Ilustrasi

Bisnis.com, MANADO - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) tidak memberi tenggat khusus kepada PT Pertamina (Persero) untuk menjual green diesel atau solar berbasis CPO dan menyerahkan sepenuhnya kepada perseroan.

Dirjen EBTKE Kementerian ESDM Rida Mulyana mengatakan dari nota kesepahaman yang dilakukan antara Pertamina dan Eni, tidak akan memaksa kapan produk solar dengan bahan baku CPO dipasarkan di dalam negeri.

"Itu kan kemarin MoU nya, masalah jualannya kapan, ditanya ke Pertamina, kami ga ikut. Cuma memang arahan Pak Jonan secepatnya," tuturnya di sela-sela kunjungan kerja ke Minahasa, Sulawesi Utara, akhir pekan lalu.

Saat ini, menurutnya, yang menjadi fokus Pertamina adalah menyiapkan SDM untuk mengelola pengembangan Kilang Plaju dan Dumai, yang nantinya dijadikan produksi green gasoil tersebut. Sebelum berproduksi di dalam negeri, sebelumnya, solar hijau akan dipasok dari kilang milik Eni.

Hanya saja, Rida tidak menjelaskan terkait volume green gasoil yang akan dipasok dari kilang milik Eni. "Jelas kita berkepentingan untuk direalisasikan, karena ini bahan bakunya adalah CPO dan didapat dari falam negeri jadinya kan memangkas impor," tambahnya.

Terpisah, Sekretaris Perusahaan Pertamina Syahrial Muchtar mengaku belum dapat memastikan kapan penjualan green gasoil dimulai.

"Soal volume belum dapat di update, begitu juga mengenai harganya," katanya.

Saat ini Pertamanina, lanjut Syahrial, fokus untuk menyelesaikan pengembangan proyek kilang Plaju dan Dumai. Pihaknya memastikan penggunaan fasilitas

Eni tidak sekadar bertujuan untuk impor green diesel semata, tetapi juga peningkatan SDM Pertamina.

"Di awal kita manfaatkan kapasitas Eni, untuk mengolah cpo dari Indonesia, setelah itu bisa dapat langsung dipasarkan," ujarnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
bahan bakar nabati

Editor : Sepudin Zuhri

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top