Harga BBM Nonsubsidi & Nonpenugasan Kembali Turun per 10 Februari

Setelah turun pada awal tahun ini, PT Pertamina (Persero) kembali menurunkan harga bahan bakar minyak (BBM) umum, yaitu seri Pertamax.
Sepudin Zuhri | 09 Februari 2019 22:29 WIB
Pengendara melintas usai mengisi BBM di salah satu SPBU, di Jakarta, Rabu (5/9/2018). - JIBI/Nurul Hidayat

Bisnis.com, JAKARTA - Setelah turun pada awal tahun ini, PT Pertamina (Persero) kembali menurunkan harga bahan bakar minyak (BBM) jenis umum, yaitu seri Pertamax, Dexlite, dan Perta Dex.

Penurunan harga BBM jenis Pertamax series, Dexlite, dan Perta Dex itu berlaku mulai 10 Februari 2019 pukul 00.00 waktu setempat (WIT, WITA, dan WIB).

Media Communication Manager Pertamina Arya Dwi Paramita mengatakan bahwa kebijakan penyesuaian harga bahan bakar ini dilakukan mengikuti tren penurunan harga minyak mentah dunia.

Di sisi lain, nilai tukar rupiah juga menguat terhadap dolar Amerika Serikat sehingga turut memengaruhi penurunan harga BBM nonsubsidi dan nonpenugasan tersebut.

"Alasannya dari faktor fluktuasi harga minyak, nilai tukar rupiah yang menguat dan daya beli masyarakat yang kami pertimbangkan," katanya Sabtu (9/2).

Berikut ini daftar penurunan harga BBM:

Pertamax turun Rp350 per liter menjadi Rp9.850 dari sebelumnya Rp10.200 per liter.
Pertamax Turbo turun Rp800 per liter menjadi Rp11.200 per liter dari sebelumnya Rp12.000 per liter.
Dexlite tutrun Rp100 per liter menjadi Rp10.200 dibandingkan dengan sebelumnya Rp10.300 per liter.
Perta Dex turun Rp50 per liter menjadi Rp11.700 per liter dari sebelumnya Rp11.750 per liter.

Pertamina telah menurunkan harga BBM nonsubsidi dan nonpenugasan pada 5 Januari 2019. Pada saat itu, harga Pertalite turun Rp150 per liter, Pertamax turun Rp200 per liter, Pertamax Turbo turun Rp250, Dexlite turun Rp200, dan Perta Dex turun Rp100 per liter.

Sementara itu, harga Premium dan Solar masih tetap. Harga Premium Rp6.550 per liter, sedangkan Solar Rp5.150 per liter. Premium merupakan BBM jenis penugasan yang sudah tidak disubsidi lagi. Sementara itu, Solar merupakan BBM jenis khusus yang masih disubsidi Rp2.000 per liter.

Harga Pertalite, BBM jenis umum, juga tidak mengalami perubahan, yaitu masih tetap Rp7.650 per liter.

Direktur Pemasaran Retail PT Pertamina (Persero) Mas'ud Khamid menjelaskan sesuai ketentuan pemerintah, sebagai badan usaha hilir migas, Pertamina tunduk pada mekanisme penentuan harga dengan mempertimbangkan dua faktor utama, yakni harga minyak mentah dan nilai tukar rupiah.

"Komponen utama penentu harga bersifat fluktuatif, sehingga kami terus melakukan evaluasi terhadap harga jual BBM," kata Mas'ud Khamid dalam keterangan tertulisnya.

Mas'ud menjelaskan, penyesuaian harga bervariasi untuk produk-produk BBM yang dijual Pertamina. Untuk wilayah Jakarta, Pertamax Turbo disesuaikan dari Rp12.000 menjadi Rp11.200 per liter.

Selanjutnya, Pertamax disesuaikan dari Rp10.200 menjadi Rp9.850 per liter, dan Dexlite disesuaikan dari Rp10.300 menjadi Rp10.200 per liter.

Kemudian, Dex disesuaikan dari Rp11.750 menjadi Rp11.700 per liter, dan Pertalite tetap Rp7.650 per liter.

Selain itu, Pertamina juga melakukan penyelerasan harga Premium (JBKP di wilayah Jawa, Madura, dan Bali) menjadi Rp6.450 per liter sehingga sama dengan harga di luar Jawa, Madura, Bali.

Sebagai informasi, harga BBM di beberapa wilayah berbeda karena adanya pemberlakuan pajak bahan bakar kendaraan bermotor (PBBKB) yang berbeda untuk setiap wilayah.

Untuk detail harga BBM dapat dilihat di www.pertamina.com. Semua harga BBM ini juga sesuai dengan peraturan pemerintah yang mengatur harga BBM Jenis Bahan Bakar Minyak Umum sebesar minimal 5% dan maksimal 10% dari harga dasar.

Dengan adanya penyesuaian harga ini, diharapkan dapat meningkatkan loyalitas masyarakat yang sudah menjadi pelanggan produk Pertamina. Sekaligus sebagai upaya perusahaan untuk mengajak masyarakat menggunakan produk-produk BBM berkualitas.

Tag : Harga BBM
Editor : Sepudin Zuhri

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top