Penghiliran Mineral, Antam Lakukan Percepatan Proyek Smelter

PT Antam Tbk. menyatakan akan mempriotritaskan percepatan untuk program penghiliran mineral dan menargetkan seluruh proyek bisa selsai pada 2021.
Lucky Leonard | 03 Februari 2019 19:33 WIB
Pekerja melakukan proses pemurnian dari nikel menjadi feronikel di fasilitas pengolahan dan pemurnian (smelter) Pomalaa milik PT Aneka Tambang (ANTAM) Tbk, di Kolaka, Sulawesi Tenggara, Selasa (8/5/2018). - JIBI/Nurul Hidayat

Bisnis.com, JAKARTA - PT Antam Tbk. menyatakan akan mempriotritaskan percepatan untuk program penghiliran mineral dan menargetkan seluruh proyek bisa selsai pada 2021.

Direktur Utama Antam Arie Prabowo Ariotedjo proyek smelter di Halmahera Timur akan selesai pada Juli mendatang. Smelter tersebut memiliki kapasitas sebanyak 13.500 ton nikel dalam feronikel (TNi).

Selain itu, pihaknya pun menargetkan sudah bisa menyelesaikan tahap pembiayaan untuk semelter di Tanjung Buli dalam dua bulan ke depan.

"Proyek downstream akhir 2021 sudah selesai. Jadi, 2022 semua ore sudah bisa terserap," katanya, akhir pekan lalu.

Selain smelter nikel, pihaknya pun kini tengah dalam proses pembangunan smelter bauksit yang dengan produk akhir berupa smelter grade alumina (SGA) di Mempawah bersama PT Inalum (Persero) dan Alumunium Corporation of China Limited (Chalco).

Smelter dengan kapasitas 1 juta ton SGA per tahun itu membutuhkan dana sekitar US$850 juta. Adapun berdasarkan rencana awal, smelter tersebut akan memiliki kapasitas hingga 2 juta ton SGA per tahun.

Nantinya, SGA yang dihasilkan akan dibeli langsung oleh Inalum. Adapun kebutuhan alumina inalum saat ini masih sekitar 500.000 ton per tahun untuk diolah menjadi 250.000-260.000 ton aluminium per tahun.

Namun, kapasitas produksi Inalum tersebut akan ditingkatkan menjadi 500.000 ton aluminium per tahun, sehingga kebutuhan aluminanya akan sesuai dengan kemampuan produksi smelter alumina tahap 1.

Terkait dengan kinerja Antam di sektor hulu, Arie menargetkan penjualan emas bisa mencapai 30 ton dan produksi nikel dalam bentuk feronikel sebanyak 30.000 TNi.

Sepanjang tahun lalu, penjualan emas antam mencapai 27,9 ton, naik 111% dibandingkan dengan 2017 sebanyak 13,2 ton. Capaian tersebut merupakan yang tertinggi dalam sejarah perusahaan.

Untuk feronikel, produksinya sepanjang tahun lalu mencapai 24.868 TNi. Jumlah tersebut naik 14,27% dari realisasi produksi pada 2017 sebanyak 21.762 TNi.

Tag : antam
Editor : Sepudin Zuhri

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top