Kemenperin Dorong Aktivitas Daur Ulang di Industri

Aktivitas daur ulang dinilai perlu dilakukan industri-industri di dalam negeri untuk mendorong implementasi konsep circular economy.
Wibi Pangestu Pratama
Wibi Pangestu Pratama - Bisnis.com 01 Februari 2019  |  00:56 WIB
Kemenperin Dorong Aktivitas Daur Ulang di Industri
Plastik daur ulang

Bisnis.com, JAKARTA – Aktivitas daur ulang dinilai perlu dilakukan industri-industri di dalam negeri untuk mendorong implementasi konsep circular economy.

Tren global tersebut perlu dilakukan di Indonesia karena memberi pengaruh positif bagi lingkungan dan sesuai tujuan Sustainable Development Goals (SDGs).

Hal tersebut disampaikan Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto saat mengunjungi PT Hilon Felt di Karanganyar, Jawa Tengah, pada Kamis (31/01/2019).

Pabrik tersebut merupakan salah satu pabrik yang mendaur ulang botol plastik menjadi polyester fiber atau kapas sintetis.

Kapas sintetis yang tergolong bahan setengah jadi kembali diolah menjadi berbagai produk, seperti bantal, boneka, bahkan komponen peredam panas dan bunyi.

Proses daur ulang dan pengolahannya menurut Airlangga perlu dikembangkan industri-industri dalam negeri.

"Salah satu dari 10 prioritas nasional di dalam inisiatif Making Indonesia 4.0 adalah mengakomodasi standar-standar keberlanjutan. Oleh karena itu, konsep circular economy dapat meningkatkan nilai tambah di dalam negeri," ujar Airlangga dalam keterangan resmi.

Adapun,prinsip utama dalam konsep ekonomi berkelanjutan adalah 5R, yaitu pengurangan pemakaian material mentah dari alam (reduce), optimasi penggunaan material yang dapat digunakan kembali (reuse), penggunaan material hasil dari proses daur ulang (recycle), proses perolehan kembali (recovery) atau dengan melakukan perbaikan (repair).

Konsep ekonomi berkelanjutan, jelas Airlangga, memungkinkan sebuah produk yang telah digunakan konsumen untuk didaur ulang kembali. Implementasi konsep tersebut menurutnya dapat meningkatkan daya saing manufaktur di masa depan.

"Upaya yang dapat dilakukan, di antaranya melalui efisiensi penggunaan sumber daya, penerapan teknologi rendah karbon, penerapan 3R hingga 5R, minimisasi limbah, dan menurunkan emisi gas rumah kaca (GRK)," imbuhnya.

Airlangga memberikan apresiasi kepada PT Hilton Felt sebagai salah satu penggerak proses daur ulang di industri. Dia pun mendorong korporasi untuk terus berkomitmen melakukan investasi, inovasi, dan diversifikasi produk.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
industri, daur ulang

Editor : Rustam Agus

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top