Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Investor dan Pengembang Properti Kini Menyasar Sektor Living

Untuk mengejar hasil investasi yang lebih menguntungkan, pengembang dan investor mengincar sektor living sebagai peluang investasi properti baru di seluruh Asia Pasifik.
Mutiara Nabila
Mutiara Nabila - Bisnis.com 31 Januari 2019  |  16:00 WIB
Ilustrasi Suasana di sebuah asrama mahasiswa di China. - ANTARA/M. Irfan Ilmie
Ilustrasi Suasana di sebuah asrama mahasiswa di China. - ANTARA/M. Irfan Ilmie

Bisnis.com, JAKARTA – Untuk mengejar hasil investasi yang lebih menguntungkan, pengembang dan investor mengincar sektor living sebagai peluang investasi properti baru di seluruh Asia Pasifik.

Sektor living, merupakan kelompok hunian realestat baru yang sedang naik daun, kini makin dilirik untuk menanamkan modal pada pengembang dan investor. Sektor ini meliputi hunian-hunian dimana orang akan melewati tahap kehidupan mereka: seperti hunian pelajar, hunian bersama (co-living), hunian multifamily, hunian untuk penduduk lanjut usia (lansia) dan panti jompo.

COO and Head of Alternatives, Capital Markets JLL Asia Pacific Rohit Hemnani mengungkapkan bahwa cepatnya proses urbanisasi kini telah mengubah cara dan tempat tinggal manusia. Penerimaan masyarakat akan prinsip ekonomi untuk saling berbagi berhasil menjadikan sektor living sebagai alternatif hunian, ditambah dengan permintaan yang terus meningkat menarik perhatian investor.

“Kami melihat adanya peningkatan minat investor di sektor living di seluruh Asia Pasifik. Hal ini terjadi karena semakin intensifnya permintaan akan alternatif pilihan hunian yang terjangkau,” kata Rohit, dikutip dalam keterangan resmi, Rabu (30/1).

Menurut Rohit, pengembang dan investor yang ingin terus meningkatkan hasil investasinya dan meningkatkan keragaman portofolio serta investasi jangka panjang akan menempatkan ‘taruhan’ mereka pada sektor properti berbasis aspek kehidupan.

“Investor diperkirakan bisa menghasilkan keuntungan yang lebih konsisten di sektor living karena sifat keleluasaan dari kelas aset ini,” imbuhnya.

Berdasarkan data JLL Asia Pasifik, adanya hunian pelajar di India bisa menarik keuntungan dari 34 juta mahasiswa di seluruh India. Jika ketertarikan pada sektor hunian pelajar bisa meningkat, keuntungan investasi yang bisa didapat bisa naik hingga sekitar 10%-12%.

Panti jompo dan hunian lansia secara budaya jauh lebih dapat diterima di Australia dibandingkan negara lain di Asia akibat tingkat harapan hidup yang lebih tinggi serta semakin banyaknya lansia yang hidup sendiri.

“Kebutuhan akan unit-unit ini kemungkinan terus berlanjut dan akan mendorong permintaan untuk pembangunannya. Sydney adalah pasar yang sedang bertumbuh dengan estimasi keuntungan antara 6% - 8%,” tambah Rohit.

Selanjutnya, hunian multifamily berupa gedung apartemen untuk hunian bersama adalah salah satu sektor yang diperkirakan paling stabil. Perbandingan antara penyewa dan pemilik unit diharapkan akan meningkat karena harga rumah di seluruh pasar utama Asia Pasifik sudah jauh melampaui harga sewa.

“Tokyo tetap menjadi target utama bagi para investor yang mencari pasar yang besar dan tetap likuid dengan aliran transaksi dan pengaturan pembiayaan yang menguntungkan. Keuntungan diperkirakan antara 3,5% sampai 4,5% dan sektor ini memiliki risiko kerugian yang sangat rendah, sementara para investor tetap dapat menjelajahi semua portfolio yang tersedia,” paparnya.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

sektor properti
Editor : M. Rochmad Purboyo

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top