Awas virus VUCA di lingkungan kerja !

Dale Carnegie & Associates mengingatkan pelaku usaha untuk lebih gencar memperkuat budaya perusahaan dalam menghadapi VUCA tahun ini.
M. Richard | 31 Januari 2019 19:58 WIB
Peserta bersiap mengikuti ujian menggunakan Computer Assisted Tes (CAT) Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) di Kampus Stie Amkop jalan Pandang, Makassar, Sulawesi Selatan, Selasa (12/9). Sebanyak 11 ribu lebih peserta CPNS Strata satu (S1) dan SLTA mengikuti tes tersebut mulai 11-16 September 2017, sementara kouta untuk penerimaan pegawai Kanwil Kemenkumham Sulsel sebanyak 651 orang yang akan ditempatkan di Lapas, Rutan dan kantor Imigrasi setempat. ANTARA FOTO - DARWIN F

Bisnis.com, JAKARTA -- Dale Carnegie & Associates mengingatkan pelaku usaha untuk lebih gencar memperkuat budaya perusahaan dalam menghadapi VUCA tahun ini.

CEO Dale Carnegie Indonesia Paul J. Siregar mengatakan tahun 2019 cukup rentan akan terjadinya kondisi VUCA, yakni penuh gejolak [volatility], ketidakpastian [uncertainty], rumit [complexity], dan serba kabur [ambiguity]. 

Hal-hal tersebut ini disebabkan oleh adanya ajang politik yang cukup besar tahun ini, yakni dengan dilaksanakannya pemilihan presiden dan pemilihan legislatif secara serentak. 
Selain itu, VUCA juga disebabkan oleh  kinerja ekonomi global yang IMF memprediksi akan lebih rendah ketimbang 2018, dan artinya juga akan berimbas pada dunia usaha di Indonesia.
"VUCA perlu diantisipasi. Dalam kondisi ini, budaya perusahaan sangatlah penting utamanya menggalang kekuatan internal," katanya seperti dikutil dari siaran pers Dale Carnegie & Associates, Kamis (31/1/2019).

Lebih rinci, Paul menjelaskan perusahaan harus terlebih dahulu mengatasi tiga ancaman utama internal, yaitu tekanan produktivitas, tranparansi, dan retensi karyawan.

Selanjutnya, perusahaan juga harus semakin memperkuat tokoh-tokoh pemimpin yang menginspirasi tumbuhnya emosi positif di lingkungan kerja.

Adapun, dalam survei terbaru Dale Carnegie & Associates menyatakan bahwa sebagian besar keputusan sangat dipengaruhi oleh emosi, seperti perasaan dihargai (valued), percaya diri (confidence), terhubung (connected) dan diberdayakan (empowerment).

Oleh karena itu, pemimpin di perusahaan harus mampu memperdayakan emosi-emosi positif tersebut guna menciptakan keterlibatan karyawan. 

“Perusahaan hendaknya membuka mata untuk melihat seberapa mampu para pemimpin bisa memberi inspirasi emosi positif kepada karyawan. Tanpa kapabilitas tersebut, culture champion tak bisa tercapai dan masa depan perusahaan pun terancam,” ujar Paul.

Tag : Tips Kerja
Editor : Wike Dita Herlinda

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top