Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Ini Masukan INSA Demi Implementasi Inaportnet

Pelaku usaha pelayaran memberikan masukan berkaitan dengan penerapan Inaportnet yang sudah berjalan sejak 2013.
Sri Mas Sari
Sri Mas Sari - Bisnis.com 24 Januari 2019  |  19:36 WIB
Ketua Umum Indonesian National Shipowners Association (INSA) Carmelita Hartoto (kanan), memberikan paparan didampingi Wakil Ketua Umum II Darmadi Go, saat diskusi Strategi Percepatan Penerapan Cabotage Naik Kelas di Jakarta, Senin (25/9). - JIBI/Dwi Prasetya
Ketua Umum Indonesian National Shipowners Association (INSA) Carmelita Hartoto (kanan), memberikan paparan didampingi Wakil Ketua Umum II Darmadi Go, saat diskusi Strategi Percepatan Penerapan Cabotage Naik Kelas di Jakarta, Senin (25/9). - JIBI/Dwi Prasetya

Bisnis.com, JAKARTA -- Pelaku usaha pelayaran yang tergabung dalam Indonesian National Shipowners' Association (INSA) memberikan masukan berkaitan dengan penerapan Inaportnet yang sudah berjalan sejak 2013.

Ketua Umum INSA Carmelita Hartoto mengatakan pelaku usaha masih menemukan kendala yang harus cepat-cepat dibenahi dalam pelaksanaan Inaportnet. 

"INSA tetap aktif memberikan masukan-masukan, di antaranya adalah agar sistem pembayaran PNBP untuk sarana bantu navigasi atau uang rambu dan master cable atau telegram juga dimasukkan ke dalam sistem," katanya, Rabu (23/1/2019).

Secara umum, INSA menyambut baik layanan Inaportnet karena mengefisienkan waktu dan biaya serta mencegah birokrasi tatap muka.  Apalagi, pada era digital seperti saat ini layanan serba online sangat dibutuhkan.

Inaportnet merupakan portal elektronis yang terbuka dan netral guna memfasilitasi pertukaran data dan informasi layanan kepelabuhanan secara cepat, aman, netral dan mudah yang terintegrasi dengan  instansi pemerintah terkait, badan usaha pelabuhan, dan pelaku industri logistik, seperti shipping lines, freight forwarder, container freight station, custom brokerage (PPJK), importir dan eksportir, depo kontainer, warehouse, dan inland transportation (truk, kereta api, tongkang).

Sebelumnya, Kementerian Perhubungan berencana memperluas penerapan aplikasi Inaportnet ke 13 pelabuhan sehingga hingga akhir tahun ini pertukaran data dan informasi layanan kepelabuhanan dapat dilakukan di 29 pelabuhan.

Ke-13 pelabuhan itu mencakup Dumai (Riau), Tanjung Pinang (Kepulauan Riau), Tanjung Balai Karimun (Kepulauan Riau), Cirebon (Jawa Barat), Tanjung Buton (Riau), Cilacap (Jawa Tengah), Benoa (Bali), Bontang (Kalimantan Timur), Samarinda (Kalimantan Timur), Teluk Palu (Sulawesi Tengah), Kendari (Sulawesi Tenggara), Ternate (Maluku Utara, dan Jayapura (Papua).

Adapun, 16 pelabuhan yang sudah menerapkan Inaportnet meliputi Makassar (Sulawesi Selatan), Belawan (Sumatra Utara), Tanjung Priok (DKI Jakarta, Surabaya (Jawa Timur), Teluk Bayur (Sumatra Barat), Panjang (Lampung), Banten, Pontianak (Kalimantan Barat), Palembang (Sumatra Selatan), Tanjung Emas (Jawa Tengah), Balikpapan (Kalimantan Timur), Banjarmasin (Kalimantan Selatan), Gresik (Jawa Timur), Bitung (Sulawesi Utara), Ambon (Maluku), dan Sorong (Papua Barat).

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

inaportnet
Editor : Hendra Wibawa
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top