KABAR PASAR 24 JANUARI: Momentum Reformasi Industri Migas, BNI Siap Beli Bank & Asuransi

Berita terkait reformasi industri migas serta aksi korporasi PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. menjadi sorotan media massa hari ini, Kamis (24/1/2019).
Renat Sofie Andriani | 24 Januari 2019 08:51 WIB

Bisnis.com, JAKARTA – Berita terkait reformasi industri migas serta aksi korporasi PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. menjadi sorotan media massa hari ini, Kamis (24/1/2019).

Berikut rincian topik utama di sejumlah media nasional:

Momentum Reformasi Industri Migas. Revisi UU Migas menjadi momentum bagi reformasi tata kelola industri minyak dan gas, agar lebih efisien, transparan, sederhana, dan berkelanjutan. Namun, upaya tersebut harus cepat terlaksana di tengah kondisi investasi migas yang belum sesuai dengan harapan. (Bisnis Indonesia)

Michelin Caplok MASA, Prospek Industri Ban Masih Memikat. Michelin, pabrikan ban asal Prancis, memperbesar operasi di Indonesia lewat akuisisi 80% saham PT Multistrada Arah Sarana Tbk. dengan nilai transaksi US$439 juta. Hal tersebut mencerminkan prospek cerah industri ban di Indonesia. (Bisnis Indonesia)                                                                 

BNI Siap Beli Bank & Asuransi. Tak mau ketinggalan dengan bank lain, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. berencana membeli perusahaan asuransi kerugian dan bank kecil. Bank pelat merah itu mengalokasikan dana Rp4 triliun untuk aksi korporasi tersebut. (Bisnis Indonesia)

Ancaman Global Tak Jadi Sandungan. Ancaman perlambatan ekspor Indonesia akibat kondisi global tidak menyurutkan optimisme bank sentral dalam menyasar defi sit transaksi berjalan yang lebih rendah pada tahun ini. (Bisnis Indonesia)

Sah, Devisa Hasil Ekspor Wajib Masuk Indonesia. Kewajiban eksportir sumber daya alam (SDA) membawa pulang duit devisa hasil ekspor (DHE) ke dalam negeri resmi berlaku. (Kontan)

Pelemahan Pertumbuhan Ekonomi Global Dorong Investasi ke Indonesia. Kepada Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Thomas Trikasih Lembong  menyatakan, melemahnya pertumbuhan ekonomi global belakangan justru ‘sangat disambut baik’ oleh Indonesia, karena membuat investor lebih tertarik berinvestasi ke negeri ini. (Investor Daily)

 

Tag : migas, perbankan
Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top