Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

MENKO DARMIN NASUTION: RUU Migas Perlu Kajian Mendalam

Bisnis.com, JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution menilai bahwa Rancangan Undang-Undang Minyak dan Gas Bumi (RUU Migas) yang menjadi inisatif Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) masih memerlukan kajian yang lebih mendalam sebelum disahkan.
Puput Ady Sukarno
Puput Ady Sukarno - Bisnis.com 23 Januari 2019  |  20:58 WIB
Menko Perekonomian Darmin Nasution (kanan) didampingi Menteri Keuangan Sri Mulyani (dari kiri), Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo, dan Wakil Ketua Dewan Komisioner OJK Nurhaida mengumumkan Paket Kebijakan Ekonomi XVI di Kantor Presiden, Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat (16/11/2018). - ANTARA/Puspa Perwitasari
Menko Perekonomian Darmin Nasution (kanan) didampingi Menteri Keuangan Sri Mulyani (dari kiri), Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo, dan Wakil Ketua Dewan Komisioner OJK Nurhaida mengumumkan Paket Kebijakan Ekonomi XVI di Kantor Presiden, Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat (16/11/2018). - ANTARA/Puspa Perwitasari

Bisnis.com, JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution menilai bahwa Rancangan Undang-Undang Minyak dan Gas Bumi (RUU Migas) yang menjadi inisatif Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) masih memerlukan kajian yang lebih mendalam sebelum disahkan.

Pasalnya, menurut mantan Gubernur Bank Indonesia tersebut, pada RUU Migas yang diusulkan tersebut terdapat perubahan yang cukup besar dari yang diusulkan.

"RUU Migas inisiatif DPR masih perlu dikaji lebih mendalam karena ada perubahan perubahan yang agak besar dari yang diusulkan," tuturnya, Rabu (23/1/2019).

Menko Darmin menilai bahwa apabila tidak disertai dengan kajian akademis yang mendalam akan berisiko. Oleh sebab itu, keberadaan kajian akademis menjadi sangat penting.

"Sehingga tadi kesimpulannya [Ratas] ya memang belum ada kesimpulan, maka di pelajari dulu. Mestinya ya dibuat studinya, naskah akademiknya, supaya jelas kalau ada perubahan mendasar," ujarnya.

Adapun seperti diketahui bahwa hari ini, Rabu (23/1/2019), Presiden Joko Widodo (Jokowi) menggelar rapat terbatas mengenai RUU Minyak dan Gas Bumi.

Jokowi meminta agar RUU yang menjadi inisiatif DPR itu dikaji dengan cermat dan hati-hati agar RUU tersebut tidak bertentangan dengan konstitusi.

Presiden pun meminta RUU tersebut nantinya harus bisa mendorong produksi migas sekaligus mendukung penguatan kapasitas nasional, penguatan industri dalam negeri dan investasi sumber daya manusia di industri migas.

"Minyak dan gas bumi adalah sumber daya pembangunan yang strategis tapi juga tidak terbarukan, maka RUU ini juga harus mampu memperkuat ketahanan dan kemandirian energi nasional kita," katanya.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

ruu migas
Editor : Achmad Aris

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top