Tahun Politik: Segera Sewa Kantor Sebelum Naik

Menuju pemilihan umum, permintaan tenant untuk ruang perkantoran harus dipacu sebelum kebijakan perekonomian menjadi pasti dan harga sewa gedung kantor makin tinggi.
Mutiara Nabila
Mutiara Nabila - Bisnis.com 09 Januari 2019  |  18:39 WIB
Tahun Politik: Segera Sewa Kantor Sebelum Naik
Ruang kantor Plug and Play. - Media / Plug and Play Tech Center

Bisnis.com, JAKARTA – Menuju pemilihan umum, permintaan tenant untuk ruang perkantoran harus dipacu sebelum kebijakan perekonomian menjadi pasti dan harga sewa gedung kantor makin tinggi.

Pada akhir 2018, Colliers International mencatatkan bahwa tingkat serapan ruang kantor mulai mengejar pasok mulai tahun ini, diperkirakan hingga 2021.

Senior Associate Research Division Colliers International Ferry Salanto mengatakan bahwa pada akhir 2018 lalu, sudah banyak yang menambah permintaan untuk sewa ruang kantor dari berbagai perusahaan untuk melakukan ekspansi.

Tingginya pasokan ruang kantor yang belum terserap membuat harga sewa terkoreksi sepanjang tahun lalu. Hal itu dinilai Ferry sebagai kesempatan bagi pemilik usaha untuk membuka ruang kantor.

“Seharusnya kesempatan itu diambil sekarang pada saat pemilik gedung lagi tertekan, artinya penyewanya tidak banyak,” kata Ferry, Rabu (9/1/2019)

Berasarkan catatan Colliers, di Jakarta masih terapat 1,7 juta meter persegi ruang kantor yang belum terserap, 70% di antaranya berada dalam lokasi Central Business District (CBD).

Dia mengimbau para tenant untuk memacu diri dan memanfaatkan kondisi seperti sekarang ini, melihat kondisi perekonomian yang tidak stabil seperti sekarang ini menuju pemilihan umum tidak akan bertahan lama.

“Setelah pemilu, saat kondisi ekonominya sudah membaik, harga rental kemungkinan sudah kembali normal. Jadi kalau untuk persiapan mending dilakukan sekarang,” imbuhnya.

Ferry mengungkapkan bahwa sudah ada indikasi investor dari luar negeri terutama dari Jepang, yang sudah mulai masuk ke pasar perkantoran Jakarta karena mereka melihat harga ruang kantor yang tengah anjlok.

“Mereka, [pengusaha Jepang] masuk ke pasar kantor Jakarta dengan harapan dua sampai tiga tahun ke depan, saat mereka sudah menguasai tanah, mulai membangun, dan mulai beroperasi, itu kondisi ekonominya sudah berbeda dengan kondisi sekarang.”

Negeri Sakura itu, berdasarkan catatan Colliers masih menjadi investor luar yang mendominasi industri ruang kantor di Jakarta dan sekitarnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
ruang kantor

Editor : M. Rochmad Purboyo

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top