Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Pupuk Indonesia Tambah Kapasitas Produksi NPK pada 2019

Pupuk Indonesia memperbesar kapasitas produksi NPK pada tahun depan untuk memenuhi kebutuhan domestik.
Annisa Sulistyo Rini
Annisa Sulistyo Rini - Bisnis.com 29 November 2018  |  20:38 WIB
Petugas memantau proses pengisian pupuk kedalam kapal saat produksi ekspor urea di Pelabuhan PT Pupuk Kaltim di Bontang, Kalimantan Timur, Selasa (18/9). PT Pupuk Indonesia menargetkan penjualan ekspor hingga sebesar Rp8,31 triliun sepanjang tahun 2018. - ANTARA/Reno Esnir
Petugas memantau proses pengisian pupuk kedalam kapal saat produksi ekspor urea di Pelabuhan PT Pupuk Kaltim di Bontang, Kalimantan Timur, Selasa (18/9). PT Pupuk Indonesia menargetkan penjualan ekspor hingga sebesar Rp8,31 triliun sepanjang tahun 2018. - ANTARA/Reno Esnir

Bisnis.com, JAKARTA--Pupuk Indonesia memperbesar kapasitas produksi NPK pada tahun depan untuk memenuhi kebutuhan domestik.

Wijaya Laksana, Head of Corporate Communication Pupuk Indonesia, mengatakan rencana ekspansi perseroan pada 2019 antara lain pembangunan pabrik NPK di Palembang, Lhokseumawe, Bontang dan Cikampek dalam rangka peningkatan kapasitas produksi NPK.

"Saat ini, kapasitas 3,1 juta ton, sedangkan tambahan kapasitas sebesar 2,4 juta ton. Total kapasitas nanti menjadi 5,5 juta ton," katanya Kamis (29/11/2018).

Tidak hanya sampai situ, setelah pembangunan pabrik-pabrik tersebut akan ada lagi pembangunan pabrik NPK di Gresik dengan kapasitas sekitar 500.000 ton. Potensi pasar NPK masih cukup besar, terutama untuk sektor perkebunan. Hal tersebut membuat investasi pada jenis pupuk tersebut dinilai prospektif.

Adapun, pada Rabu (28/11/2018) lalu, Pupuk Indonesia mendapatkan fasilitas kredit modal kerja dari PT Bank Central Asia Tbk. senilai Rp7,1 triliun. Pinjaman ini disalurkan kepada 10 anak usaha dari Pupuk Indonesia Persero atau Pupuk Indonesia Holding Company (PIHC).

Grup Pupuk Indonesia akan mengalokasikan dana tersebut sesuai dengan kebutuhan produksi anak usahanya. "Pinjaman BCA utamanya adalah untuk modal kerja,yaitu dalam rangka produksi dan distribusi pupuk dalam negeri, khususnya pupuk bersubsidi," kata Wijaya.

Lebih jauh, pada tahun depan perseroan mengalokasikan belanja modal sekitar 30% dari nilai pinjaman tersebut. Sepanjang tahun lalu, Pupuk Indonesia mengalokasikan belanja modal senilai Rp5,5 triliun untuk ekspansi fasilitas produksi.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Pupuk Indonesia
Editor : Maftuh Ihsan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top