Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Pemerintah Mulai Cairkan Tambahan Subsidi Energi

Bisnis.com, JAKARTA - Pemerintah mulai mencairkan secara bertahap tambahan subsidi energi khususnya solar sebagai bagian dari kebijakan penyesuaian besaran subsidi solar yang semula Rp500 menjadi Rp2.000 per liter.
Edi Suwiknyo
Edi Suwiknyo - Bisnis.com 22 November 2018  |  15:07 WIB
Harga kekonomian Premium dan Solar. - Bisnis/Radityo Eko
Harga kekonomian Premium dan Solar. - Bisnis/Radityo Eko

Bisnis.com, JAKARTA - Pemerintah mulai mencairkan secara bertahap tambahan subsidi energi khususnya solar sebagai bagian dari kebijakan penyesuaian besaran subsidi solar yang semula Rp500 menjadi Rp2.000 per liter.

Direktur Jenderal Anggaran Kementerian Keuangan Askolani mengatakan bahwa saat ini sudah mulai dicairkan guna menutup beban subsidi yang harus ditanggung pemerintah sebagai imbas dari penyesuaian bedaran subsidi tersebut.

"Sudah mulai dicairkan, kemarin [pekan lalu] sudah dilaporkan dalam laporan APBN," kata Askolani kepada Bisnis, Rabu (21/11/2018).

Dalam catatan Bisnis, outlook subsidi energi 2018, pemerintah memperkirakan konsumsi subsidi BBM untuk jenis solar tak sesuai target APBN 2018 atau hanya 14 juta kiloliter dari target sebesar 15,6 juta kiloliter. Outlook konsumsi subsidi solar ini juga konsisten dengan tren beberapa tahun belakangan yang menunjukkan bahwa konsumsi solar selalu di bawah target APBN.

Meski demikian, lantaran pengaruh harga minyak yang telah melonjak dari asumsi APBN 2018, jika dihitung dengan asumsi minyak US$73 per barel dan nilai tukar rupiah pada angka Rp13.973 per dolar Amerika Serikat, outlook subsidi solar membengkak cukup signifikan dari Rp7,8 triliun menjadi Rp34,1 triliun.

"Untuk sampai Oktober saya belum tahu angka pastinya, tetapi mulai dicairkan," jelasnya.

Berdasarkan Data Kementerian Keuangan, belanja subsidi sampai Oktober 2018 mencapai Rp160,36 triliun atau 102,6% dari pagu belanja subsidi yang dipatok sebesar Rp156,23 triliun. Realisasi belanja subsidi energi ini naik cukup signifikan dibandingkan dengan belanja subsidi September yang mencapai Rp123,4 triliun.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

subsidi energi
Editor : Achmad Aris
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top