Kecelakaan Surabaya Membara, Kemenhub Ingatkan Viaduk Bukan untuk Menonton

Kementerian Perhubungan mengingatkan kembali bahwa viaduk atau jembatan rel kereta api bukan tempat untuk menonton pertunjukan menyusul kecelakaan di viaduk Jalan Pahlawan Surabaya saat berlangsungnya pertunjukan drama kolosal Surabaya Membara.
Hendra Wibawa | 10 November 2018 10:29 WIB
Warga mementaskan teatrikal pertempuran dalam drama kolosal Surabaya Membara di Jalan Pahlawan, Surabaya, Jawa Timur, Kamis (9/11). Drama yang diikuti ratusan warga tersebut diselenggarakan dalam rangka menyambut Hari Pahlawan. - ANTARA/Moch Asim

Bisnis.com, JAKARTA – Kementerian Perhubungan mengingatkan kembali bahwa viaduk atau jembatan rel kereta api bukan tempat untuk menonton pertunjukan menyusul kecelakaan di viaduk Jalan Pahlawan Surabaya saat berlangsungnya pertunjukan drama kolosal Surabaya Membara.

Direktur Jenderal Perkeretaapian Kemenhub Zulfikri menyampaikan dalam Undang-Undang Nomor 23/2007 tentang Perkeretaapian tertulis jelas bahwa masyarakat dilarang berada di rel kereta api untuk kepentingan atau aktivitas apa pun.

“Jalur kereta api tidak bisa dimanfaatkan secara sembarangan karena menyangkut keselamatan perjalanan kereta api," katanya dalam siaran pers, Sabtu (10/11/2018).

Berdasarkan video detik-detik kecelakaan yang tersebar berantai, belasan orang terjatuh saat menonton drama di atas viaduk atau jembatan kereta api saat ada rangkaian kereta api lewat. Akibat kejadian itu, 3 orang meninggal dan 11 mengalami luka. Tiga penonton tersebut meninggal akibat jatuh dari jembatan viaduk dan terlindas kereta api.

Dia juga menyampaikan rasa keprihatinan dan bela sungkawa mendalam atas kejadian kecelakan di viaduk jalan Pahlawan, Surabaya, Jumat (9/11) malam. Kemenhub akan memberikan santunan kepada korban meninggal maupun terluka atas insiden tersebut.

“Ini adalah musibah yang tidak diinginkan siapapun. Apalagi, kejadian nahas tersebut terjadi saat warga masyarakat bersuka cita menyambut peringatan Hari Pahlawan 2018. Atas nama pemerintah, saya menyampaikan duka cita yang mendalam atas kejadian ini,” ungkap Zulfikri.

Lebih lanjut, Dia mengatakan bahwa masinis telah membunyikan semboyan 35 sebagai bentuk peringatan ke masyarakat. Kereta api pun terlihat melintas dengan kecepatan rendah.

Zulfikri berharap insiden serupa tidak lagi terjadi. Kemenhub tidak ingin berspekulasi dan menyalahkan pihak tertentu atas tragedi tersebut. Namun, dia menyerahkan proses investigasi sepenuhnya kepada Kepolisian Resor Kota Besar (Polrestabes) Surabaya.

Pagelaran teater Surabaya Membara adalah tontonan rutin setiap tahun untuk warga Surabaya untuk menyambut Hari Pahlawan 10 November. Pertunjukan tersebut menceritakan perjuangan "Arek-Arek Suroboyo" melawan penjajah. Lokasi digelar di sekitar Monumen Tugu Pahlawan di Jalan Pahlawan Surabaya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
surabaya

Editor : Hendra Wibawa

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top