Ini Komentar BPS Terkait dengan Pemisahan CPO dari Industri Mamin

Badan Pusat Statistik (BPS) menjelaskan pemisahan komoditas crude palm oil (CPO) dari sektor makanan dan minuman (mamin) tidak akan berdampak besar pada geliat industri mamin. Pendataan secara terpisah telah dilakukan BPS sehingga hal tersebut tidak akan menjadi kendala.
Wibi Pangestu Pratama | 05 November 2018 22:10 WIB
Seorang pekerja memuat bongkahan kelapa sawit ke atas mobil truk di pinggir jalan raya Palembang-Prabumulih, Sumsel - Antara

Bisnis.com, JAKARTA – Badan Pusat Statistik (BPS) menjelaskan pemisahan komoditas crude palm oil (CPO) dari sektor makanan dan minuman (mamin) tidak akan berdampak besar pada geliat industri mamin. Pendataan secara terpisah telah dilakukan BPS sehingga hal tersebut tidak akan menjadi kendala.

Direktur Statistik Distribusi BPS, Anggoro Dwitjahyono, menjelaskan dalam Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) CPO masuk dalam sektor mamin. Kepada Bisnis, pada Selasa (05/11/2018), dia menjelaskan CPO dengan kode HS15 memiliki nilai share yang besar dalam sektor mamin yakni sekitar 70%.

Jumlah share yang besar tersebut dinilai Anggoro menjadi salah satu dasar dipisahkannya CPO dari sektor mamin. Meskipun begitu, dia menilai pemisahan CPO tersebut akan membawa dampak positif kepada industri mamin dengan adanya data spesifik, baik untuk produk makanan dan minuman serta CPO itu sendiri.

"Lebih bagus, [pendataan] lebih smooth ketika melepas CPO [dari mamin]. Kayaknya lebih bagus kalau dipisah, [sektor mamin] tidak akan turun drastis," ujar Anggoro.

Pemisahan tersebut menurutnya membawa pengaruh baik untuk kepentingan analisis dan pengambilan kebijakan. Anggoro menjelaskan BPS memang menyediakan data-data terperinci, tetapi pemisahan tersebut dapat mendukung seluruh stakeholder untuk mempelajari tiap komoditas, terlebih pemerintah dalam mengambil kebijakan yang tepat.

BPS sendiri sejak dulu menurut Anggoro telah memisahkan pendataan CPO dan mamin. Dia menjelaskan BPS memiliki data sektor makanan tanpa HS15 yang berkala, "ketika kami catat bulan ini, ke belakangnya juga kami samakan."

Tag : cpo
Editor : Maftuh Ihsan

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top