Dana SMF ke Pembiayaan KPR Bank BJB Capai Rp1,72 Triliun

PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) atau SMF kembali melakukan kerja sama pembiayaan bagi penyaluran KPR kepada Bank Pembangunan Daerah (BPD), yaitu PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten, Tbk (Bank BJB).
Maria Elena | 31 Oktober 2018 16:37 WIB
Logo PT Sarana Multigriya Finansial (Persero). - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA - PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) atau SMF kembali melakukan kerja sama pembiayaan bagi penyaluran KPR kepada Bank Pembangunan Daerah (BPD), yaitu PT Bank Pembangunan Daerah Jawa  Barat dan Banten, Tbk (Bank BJB).

Direktur SMF, Heliantopo mengatakan bahwa kerja sama ini merupakan komitmen SMF dalam mendukung Program Satu Juta Rumah, melalui penyaluran pinjaman untuk perluasan jangkauan pembiayaan pemilikan rumah di seluruh Indonesia.

“Ini merupakan upaya kami dalam mendorong peningkatan penyaluran oleh Bank BPD guna memenuhi kebutuhan pembiayaan pemilikan rumah, khususnya pada wilayah BPD masing-masing. Kami berharap ini dapat mendukung ketersediaan rumah yang layak bagi masyarakat di seluruh daerah,” Kata Heliantopo, dikutip melalui keterangan resmi pada Rabu (31/10/2018).

Kerja sama tersebut direalisasikan melalui penandatanganan perjanjian kerja sama yang ditandatangani oleh Direktur Sekuritisasi dan Pembiayan SMF, Heliantopo, Direktur Keuangan Bank bjb, Nia Kania, dan Direktur Konsumer dan Ritel Bank bjb, Suartini, di Kantor Pusat Bank bjb, Bandung, Selasa (30/10), dan direalisasikan efektif pada hari ini, Rabu (31/10).

SMF menyalurkan pembiayaan sebesar Rp220 miliar, sehingga dengan adanya kerja sama kali ini, total pembiayan KPR yang telah disalurkan oleh SMF kepada Bank bjb di tahun 2018, hingga 31 Oktober 2018, telah mencapai sebesar Rp1,72Triliun.

Sebelumnya SMF telah mengalirkan pembiayaan sebesar Rp1,5 Triliun kepada bank bjb pada 6 Juni lalu.

Heliantopo berharap kedepannya Bank bjb dapat menjadi pelopor sebagai originator pertama dalam melakukan sekuritisasi KPR bagi Bank Pembangunan Daerah, sebagaimana diketahui bahwa jangkauan bank bjb saat ini sudah mencakup tingkat nasional dan berada pada urutan ke 12 dari 115 bank di Indonesia.

“Memperhatikan volume KPR bank bjb yang cukup besar, kami melihat bank bjb memiliki potensi melakukan sekuritisas KPR dikemudian hari,” katanya.

Heliantopo mengaku optimis dengan adanya sinergi yang kuat, Program Satu Juta rumah dapat tercapai dan memberikan kontribusi luar biasa bagi kesejahteraaan masyarakat diberbagi daerah maupun bagi perekonomian Indonesia ke depan.

Terkait sinergi dengan BPD, hingga saat ini SMF telah bekerjasama dengan 27 Bank BPD baik kerjasama untuk program pembiayaan, maupun pendampingan dan pelatihan baik secara ekslusif maupun kolektif.

Untuk mendukung pengembangan kapasitas penyaluran KPR oleh BPD,  SMF bekerjasama dengan Kementerian PUPR dan Asbanda telah merilis dan menyerahkan  Standar Prosedur Operasional (SPO) KPR BPD SMF, dan SPO Kredit Modal Kerja – Konstruksi Perumahan SMF (KMK – KP  SMF) kepada seluruh BPD di Indonesia.

SMF merupakan BUMN yang didirikan tahun 2005 di bawah Kementerian Keuangan, yang mengemban tugas sebagai Special Mission Vehicle (SMV) untuk membangun dan mengembangkan Pasar Pembiayaan Sekunder Perumahan. SMF  memilki kontribusi penting dalam menyediakan dana menengah panjang bagi pembiayaan perumahan melalui kegiatan sekuritisasi, dan pembiayaan.

Melalui kegiatan sekuritisasi dan pembiayaan, sejak awal berdirinya, SMF telah mengalirkan dana dari pasar modal ke Penyalur KPR sampai dengan September 2018 kumulatif mencapai Rp43,99Triliun, terdiri dari sekuritisasi sebesar Rp10,16 triliun dan penyaluran pinjaman sebesar Rp33,83 triliun.

Tag : penyaluran kpr
Editor : M. Rochmad Purboyo

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top