Bahan Pokok Sumbang Pertumbuhan Arus Peti Kemas Pelindo III

PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) III mencatatkan kinerja arus peti kemas hingga kuartal III tahun ini mengalami pertumbuhan 8% yang didorong oleh pengiriman petikemas berisi bahan pokok.
Peni Widarti | 26 Oktober 2018 20:40 WIB
Terminal Peti Kemas Semarang - Pelindo III

Bisnis.com, SURABAYA - PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) III mencatatkan kinerja arus petikemas hingga kuartal III tahun ini mengalami pertumbuhan 8% yang didorong oleh pengiriman petikemas berisi bahan pokok.

Corporate Secretary Pelindo III Faruq Hidayat mengatakan pertumbuhan arus petikemas 8% dibandingkan periode yang sama tahun lalu itu tampak terjadi di Terminal Peti Kemas Banjarmasin (TPKB) yang mengalami peningkatan permintaan bahan pangan di wilayah Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah.

"Lalu untuk di Pelabuhan Bima dan Badas di Nusa Tenggara Barat karena adanya peningkatan pengiriman komoditi jagung dari Pulau Sumbawa," katanya, Jumat (26/10/2018).

Dia mengatakan peningkatan arus petikemas karena adanya lonjakan pengiriman aneka kebutuhan pokok berserta bahan bangunan juga tampak terjadi di Pelabuhan Lembar, Pulau Lombok.

"Bahan bangunan dan proyek yang dikirim ke Lombok ini juga untuk membangun kembali rumah-rumah yang roboh pasca gempa beberapa waktu yang lalu," imbuhnya.

Bahkan, lanjutnya, bahan bangunan dan proyek juga dikirim untuk pembangunan PLTGU Lombok Peaker. Sedangkan barang proyek lainnya di Pelabuhan Waingapu (NTT) untuk pembangunan pabrik gula dan di Pelabuhan Tenau Kupang (NTT) untuk pengiriman logistik kegiatanoffshore ke Pulau Wetar.

Adapun hingga kuartal III/2018 tercatat arus peti kemas Pelindo III mencapai sebesar 3,14 juta boks atau setara dengan 3,89 TEUs atau tumbuh 8%. Peningkatan tersebut sebagian besar dikontribusi oleh pertumbuhan bongkar muat peti kemas domestik.

Khusus di Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, arus petikemas meningkat karena didorong oleh berkembangnya bisnis anak perusahaan yang berhasil mendatangkan sejumlah pengguna jasa baru.

Seperti Terminal Petikemas Surabaya (TPS) memiliki dua pengguna jasa baru, yakni perusahaan pelayaran Emirate Shipping Line dan Mariana Express Line. Selain itu juga ada pengguna jasa eksisting yang mencatatkan peningkatan kegiatan bongkar muatnya.

VP Corporate Commnication Pelindo III R. Suryo Khasabu menambahkan bertambahnya pengguna jasa bisa dicapai melalui peningkatan efektivitas operasional pelayanan kapal.

"Kami memberikan jasa pandu khusus untuk TPS dan optimalisasi program window kapal, sehingga waktu tunggu kapal untuk bersandar semakin singkat. Dampaknya produktivitas terminal meningkat," imbuhnya.

Suryo menambahkan, anak usaha lainnya seperti Terminal Teluk Lamong (TTL) juga mencatatkan peningkatan arus peti kemas sejalan dengan peningkatan kunjungan kapal untuk rute pendulum.

"Bahkan kini agen pelayaran Meratus Line, Tanto Intim Line, dan Salam Pacific Indonesia Line melakukan kerja sama joint slot kapal peti kemas sehingga memiliki layanan kapal rute Belawan, Medan, yang masuk setiap 5 hari sekali," jelasnya.

Sementara di Terminal Berlian yang dioperasikan oleh BJTI Port juga mengalami prningkatan volume petikemas akibat adanya percepatan siklus bongkar muat dan kegiatan tambat kapal.

"Layanan bisa makin cepat karena ada penambahan sejumlah peralatan dan peningkatan kemampuan pekerja, kegiatan bongkar muat ditargetkan sebesar 15 BSH (boks per kapal per jam) tapi ternyata kuartal III ini sudah bisa tembus 20 BSH," imbuhnya.

Tag : pelindo iii, petikemas
Editor : Rustam Agus

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top