Angkutan Umum di 34 Kota Masih Luput dari Perhatian Kemenhub

Janji pemerintahan Presiden Joko Widodo-WapresJusuf Kalla mewujudkan transportasi umum yang memadai di 34 kota dinilai masih luput dari realisasi.
Sri Mas Sari | 24 Oktober 2018 21:16 WIB
Angkutan umum - Antara

Bisnis.com, JAKARTA -- Janji pemerintahan Presiden Joko Widodo-WapresJusuf Kalla mewujudkan transportasi umum yang memadai di 34 kota dinilai masih luput dari realisasi. 

Kepala Laboratorium Transportasi Unika Soegijapranata Semarang Djoko Setijowarno mengatakan semestinya pemerintah mewujudkan target Rencana Strategis Perhubungan 2015-2019 pada sisa tahun pemerintahan.  "Belum ada di era Jokowi," katanya saat dihubungi, Rabu (24/10/2018).

Dia pesimistis program itu terwujud tahun depan karena anggaran Ditjen Perhubungan Darat yang kian menurun.  Menurutnya, permasalahan transportasi darat sangat banyak, tapi anggarannya paling kecil di Kementerian Perhubungan.

Padahal, lanjut Djoko, Jokowi mempunyai cerita sukses saat menjadi Gubernur DKI Jakarta dengan mengembangkan koridor Transjakarta menjadi 39 dari 6 pada masa Gubernur Fauzi Bowo. 

Sebelumnya, Kementerian Perhubungan memprioritaskan empat proyek untuk diselesaikan tahun ini. Keempat proyek kini dalam pengerjaan. 

Keempat proyek itu mencakup Bandara Tjilik Riwut di Palangkaraya Kalimantan Tengah; beberapa trase empat jalur kereta api (double-double track) Manggarai-Cikarang; terminal multiguna Pelabuhan Kuala Tanjung dan beberapa ruas tol di sekitarnta; serta 100 unit kapal untuk program tol laut dan kapal perintis.

"Sekarang [kapal] baru selesai 84 unit. Kami selesaikan ini. Kalau itu selesai, maka tol laut akan lebih efektif," jelas Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi seusai pemaparan Laporan 4 Tahun Kinerja Joko Widodo-Jusuf Kalla di Sekretariat Negara, Rabu (24/10/2018).

Khusus proyek double-double track, dia menyebutkan sumber kendala pelaksanaan konstruksi ada pada pembebasan tanah dan window time (waktu jeda antar kereta yang terlama). Meskipun demikian, penyelesaian proyek itu dapat dipercepat dua tahun ke 2020.

Sementara itu, tahun depan pemerintah akan berkonsentrasi menyelesaikan kereta api ringan (LRT) Jabodetabek untuk selanjutnya diaplikasikan di Bandung, Medan, Surabaya, dan Semarang. Jalur KA ganda selatan Jawa juga akan jadi fokus 2019. 

"Rehabilitasi terminal juga akan banyak kami lakukan, baik dengan APBN maupun KPBU (kerja sama pemerintah-badan usaha). Kami pun melakukan pembangunan bandara dnegan KPBU," tuturnya. 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
angkutan umum

Editor : Hendra Wibawa

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top