Desainer dan Pebisnis Berkolaborasi di TEI 2018

Sebanyak 21 desainer produk dan 44 pelaku usaha akan berkolaborasi dalam produk unggulan dan berdaya saing ekspor pada ajang Trade Expo Indonesia (TEI) 2018 mendatang.
M. Richard | 02 Oktober 2018 14:55 WIB

Bisnis.com, JAKARTA -- Sebanyak 21 desainer produk dan 44 pelaku usaha akan berkolaborasi dalam produk unggulan dan berdaya saing ekspor pada ajang Trade Expo Indonesia (TEI) 2018 mendatang.

Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional (PEN) Kementerian Perdagangan Arlinda mengatakan Kolaborasi tersebut merupakan hasil pengembangan program Designer Dispatch Services (DDS) yang telah memasuki tahun ke-7.

Adapun, DDS merupakan sebuah media untuk meningkatkan desain produk ekspor yang menggambarkan citra bangsa Indonesia dalam keberagamannya. 

"Kita harapkan dapat DDS adapat menumbuhkan citra bangsa dengan desain produk yang berkualitas serta mengangkat profesi desainer Indonesia. Sehingga, produk yang dihasilkan dapat dikenal dan memiliki kualitas yang sejajar dengan desainer mancanegara lainnya," ujarnya seperti dikutip dalam pres rilis Kementerian Perdagangan, Senin (1/10/2018).

Dalam DDS, lanjut Arlinda, para desainer dibekali keterampilan dalam membaca pasar melalui fasilitas riset pemasaran strategis yaitu Euro Monitor dan Stylus yang dapat diakses secara daring di Gedung Indonesia Design Development Center (IDDC). 

"Dengan bekal pengetahuan tersebut, mereka dapat menciptakan produk yang sesuai dengan permintaan pasar, khususnya pasar ekspor," kata Arlinda.

Direktur Pengembangan Produk Ekspor Ditjen PEN Kemendag Ari Satria memaparkan, program DDS kali ini dilakukan di 14 provinsi di Indonesia yakni Aceh, Sumatera Barat, Riau, Bengkulu, Jawa Tengah, Jawa Barat, D.I Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Selatan, dan Sulawesi Utara.

Adapun, beberapa hasil kolaborasi adalah pelaku usaha di Jawa Tengah membuat tempat lilin yang berfungsi sebagai tatakan buah dari limbah kayu jati dengan desain produk yang menyerupai sayap kelelawar.

Desain produk tersebut terinspirasi dari Goa Lowo (gua kelelawar) yang berada di wilayah tersebut yang dikenal sebagai gua terpanjang se-Asia Tenggara. 

Selain itu, pelaku usaha dari Jawa Barat, yakni CV Rahayu Akar Wangi yang berkolaborasi dengan desainer Ahmad Kharisma Ramdhan menciptakan lampu hias berbahan dasar akar wangi. 

Desain ini terinspirasi dari suasana rumah makan sunda yang terdapat di wilayah Jawa Barat, dan bahan akar wangi memiliki keunggulan yang dapat dijadikan berbagai produk di antaranya produk yang seluruhnya mengandalkan serat, pelapis bahan tertentu, aneka produk fesyen, dan berbagai kerajinan berbasis bahan serat. 

Sementara untuk hasil produk yang telah bisa dikirim ke luar negeri adalah produk dekorasi rumah yang merupakan hasil kolaborasi perusahaan Raja Serayu dengan desainer produk Mufti Alem sudah diekspor ke Uni Emirat Arab, China, Argentina, dan Chile. 

Selain itu, perusahaan Rumah Tikar Vinto berkolaborasi dengan desainer Raditya Taepur menciptakan keranjang rotan juga sudah diekspor ke Jepang dan Turki. 

Tag : tei
Editor : Wike Dita Herlinda

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top