Starbucks Dorong Inovasi & Perubahan Signifikan Hadapi Persaingan

Starbucks merencanakan restrukturisasi perusahaan, termasuk perombakan kepemimpinan, di tengah upayanya membalik penjualan yang stagnan dan menghidupkan kembali minat investor.
Renat Sofie Andriani | 25 September 2018 11:53 WIB
Gerai Starbucks di Terminal Tom Bradley, Bandara LAX Los Angeles, AS. - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA – Starbucks merencanakan restrukturisasi perusahaan, termasuk perombakan kepemimpinan, di tengah upayanya membalik penjualan yang stagnan dan menghidupkan kembali minat investor.

“Kita harus meningkatkan kecepatan inovasi yang relevan bagi para pelanggan kita, menginspirasi mitra kita, dan berarti bagi bisnis kita,” jelas CEO Starbucks Kevin Johnson dalam sebuah memo kepada karyawan yang diterima oleh Bloomberg News.

“Untuk mencapai hal ini, kita akan membuat beberapa perubahan signifikan terhadap cara kita bekerja sebagai pemimpin di semua bidang perusahaan,” lanjutnya.

Menurut Johnson, perubahan kepemimpinan dan organisasi akan dimulai pekan ini dan berlanjut hingga November. Kepada Bloomberg News, seorang juru bicara perusahaan mengungkapkan perubahan tersebut akan mencakup sejumlah pemutusan hubungan kerja dan peralihan karyawan antar departemen.

Starbucks diketahui mempekerjakan sekitar 10.000 karyawan di fasilitas-fasilitas pendukung, pengembangan toko, serta operasi distribusi, pergudangan, manufaktur, dan pemanggangan, per 1 Oktober 2017.

Jaringan kedai kopi ternama di dunia ini sedang bergulat menghadapi pesatnya pertumbuhan rantai kedai-kedai kopi lain seiring dengan menyusutnya permintaan untuk salah satu produk andalannya, Frappuccino.

Untuk mengatasi hal ini, Starbucks berencana memacu pilihan-pilihan menu baru di lebih dari 28.000 kedainya. Perusahaan juga mendorong inovasi di bidang lain termasuk mengotomatisasi sistem inventarisnya demi mengurangi limbah serta membiarkan staf meluangkan lebih banyak waktu dengan para pelanggan.

Pada Juni, Starbucks menambahkan Frappuccino strawberry dan chorizo sous vide egg bites ke dalam menu tetapnya. Perusahaan juga telah menambahkan minuman dingin berbahan dasar nabati yang dibuat dengan mentega almond. Adapun untuk meningkatkan trafik pengunjung di sore hari, perusahaan telah memperluas lini produk salad dan sandwich.

Di sisi pengiriman, awal bulan ini Starbucks mulai bekerja sama dengan UberEats di lebih dari 100 lokasi di daerah Miami. Starbucks juga bekerja sama dengan Alibaba untuk menawarkan layanan di pasar China yang berkembang pesat tahun ini.

Saham Starbucks cenderung telah stagnan tahun ini, dibandingkan dengan kenaikan sebesar 18% untuk S&P 500 Consumer Discretionary Index selama periode yang sama.

“Kita memiliki peluang untuk memprioritaskan dengan lebih baik dan bergerak lebih cepat,” tambah Johnson. “Kita harus menumbangkan segala hambatan dalam pengambilan keputusan kita.”

Starbucks telah beberapa kali mengalami perubahan penting sejak Juni, termasuk hengkangnya Howard Schultz yang pernah menjabat CEO. Kepergiannya saat itu memicu kekhawatiran investor tentang bagaimana perusahaan akan berevolusi setelah diisi peran Schultz selama hampir empat dekade.

Tag : starbucks
Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top