KABAR PASAR 20 SEPTEMBER: Fokus Mengawal Harga Beras, Produsen Kejar Target Serapan

Berita tentang harga beras serta target produksi beton pracetak dan prategang menjadi sorotan media massa hari ini, Kamis (20/9/2018).
Renat Sofie Andriani | 20 September 2018 08:24 WIB

Bisnis.com, JAKARTA – Berita tentang harga beras serta target produksi beton pracetak dan prategang menjadi sorotan media massa hari ini, Kamis (20/9/2018).

Berikut rincian topik utama di sejumlah media nasional:

Fokus Mengawal Harga Beras. Pemerintah diminta fokus menjaga harga beras ketimbang terjebak dalam silang sengkarut perbedaan pendapat soal impor beras. Pasalnya, perbedaan pendapat antarinstansi pemerintah dapat memicu gejolak baru yang berujung kepada fluktuasi harga beras. (Bisnis Indonesia)

Sepi Peminat, Kontraktor Terbentur Skala Keekonomian. Sepinya peminat lelang Wilayah Kerja (WK) eksplorasi yang sudah dibuka sejak awal tahun menjadi salah satu indikasi iklim investasi hulu migas, khususnya eksplorasi, kurang menarik di mata investor. (Bisnis Indonesia)

Produsen Kejar Target Serapan. Para produsen beton pracetak dan prategang membidik produksi sebesar 41 juta ton pada tahun depan guna mengejar target serapan material 30% pada proyek infrastruktur. (Bisnis Indonesia)

Penerimaan Terkerek. Perubahan asumsi lifting minyak dan nilai tukar rupiah memengaruhi target penerimaan perpajakan dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2019. (Bisnis Indonesia)

Mandatori Biodiesel Terhadang Distribusi. Berlaku 1 September 2018, perluasan kewajiban pencampuran atawa mandatory 20% biodiesel (B20) hingga kini nyatanya belum berjalan. Sejumlah kendala teknis masih mengadang. (Kontan)

Beras Bulog Belum Masuk Pasar. Cadangan beras pemerintah (CBP) di Perum Bulog tercatat sebanyak 2,4 juta ton per September ini dan belum masuk pasar. Beras impor berikutnya akan masuk sebanyak 400 ribu pada Oktober mendatang. (Investor Daily)

Tag : Harga Beras
Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top