Coca Cola Berminat Jual Minuman Ganja, Harga Saham Melonjak

Saham produsen ganja asal Kanada, Aurora Cannabis Inc,. melonjak setelah Coca Cola menyatakan tengah mengincar pasar minuman dengan kandungan ganja.
Renat Sofie Andriani | 18 September 2018 16:59 WIB
Coca Cola - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA – Saham produsen ganja asal Kanada, Aurora Cannabis Inc,. melonjak setelah Coca Cola menyatakan tengah mengincar pasar minuman dengan kandungan ganja.

Menurut laporan BNN Bloomberg Television, produsen minuman ringan yang berbasis di Atlanta, Amerika Serikat (AS), itu sedang dalam proses pembicaraan dengan Aurora Cannabis untuk mengembangkan minuman tersebut.

Ini menjadi langkah terkini sebuah perusahaan minuman di tengah melambatnya penjualan tradisional dan melonjaknya permintaan untuk produk-produk berbahan ganja atau mariyuana.

Coca Cola menyatakan sedang memantau perkembangan industri tersebut dan tertarik dengan produk minuman beraroma CBD. Sebagai informasi, CBD (cannabinoid) adalah kandungan non-psikoaktif dalam ganja atau mariyuana yang memiliki kemampuan menyembuhkan, tetapi tidak menyebabkan mabuk.

“Kami mengamati dengan seksama pertumbuhan CBD non-psikoaktif sebagai bahan dalam minuman kesehatan fungsional di seluruh dunia,” jelas juru bicara Coca-Cola Kent Landers dalam sebuah pernyataan yang dikirimkan melalui email kepada Bloomberg News.

“Hidup berkembang dengan cepat. Belum ada keputusan yang dibuat saat ini,” lanjut Landers menolak berkomentar tentang Aurora.

Menyusul kabar tersebut, harga saham Aurora berakhir melonjak lebih dari 9% di C$9,98 pada perdagangan Senin (17/9), berdasarkan data Bloomberg. Saham perusahaan lainnya di industri mariyuana, Tilray Inc., ikut melonjak. Adapun saham Coca Cola ditutup menguat 0,72% di level US$46,32.

Masuknya Coca Cola ke dalam sektor mariyuana dilakukan di tengah upaya para produsen minuman menambahkan ganja ke dalam kandungan minumannya saat bisnis tradisional mereka melambat.

Bulan lalu, penghasil bir Corona Constellation Brands Inc. mengumumkan akan menghabiskan US$3,8 miliar untuk meningkatkan kepemilikannya di Canopy Growth Corp, produsen ganja asal Kanada dengan nilai melebihi C$13 miliar (sekitar US$10 miliar).

Ada pula Molson Coors Brewing Co. yang memulai usaha patungan dengan Hexo's Corp., sebelumnya dikenal sebagai Hydropothecary Corp., untuk mengembangkan minuman dengan kandungan ganja di Kanada.

Sementara itu, Coca Cola telah melakukan diversifikasi untuk produk-produknya saat konsumsi soda terus menurun.

Perusahaan - yang terkenal dengan merek-merek ikonik mulai dari Coke, Sprite, hingga Powerade - ini mengumumkan akan mengakuisisi jaringan Costa Coffee seharga US$5,1 miliar dan telah berekspansi ke produk-produk lain di antaranya jus, teh, dan air mineral selama satu dekade terakhir.

Adapun pembicaraan dengan Aurora difokuskan pada minuman dengan kandungan CBD untuk meredakan peradangan, nyeri, dan kram, menurut laporan BNN Bloomberg. Meski demikian, tidak ada jaminan atas tercapainya kesepakatan antara Aurora dan Coca-Cola.

Tag : ganja, coca cola
Editor : Nancy Junita

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top