Penjualan Hunian Borneo Bay City Terganggu

PT Agung Podomoro Land Tbk dengan kode saham APLN mengakui pelambatan ekonomi membuat penyerapan proyek Borneo Bay City terhambat.
Gloria Fransisca Katharina Lawi | 17 September 2018 20:29 WIB

Bisnis.com, JAKARTA -- PT Agung Podomoro Land Tbk dengan kode saham APLN mengakui pelambatan ekonomi membuat penyerapan proyek Borneo Bay City terhambat.

Asisten Vice President PT Agung Podomoro Land Tbk, Alvin Andronicus mengatakan, penjualan Borneo Bay Coty memang melesu karena terkena imbas ekonomi. Dia mengakui penjualan semua properti tahun ini mengalami penurunan.

"Di Balikpapan kita bangun superblock. Di tepi pantai, jadi penjualan terkena impact. Agak slow down," jelas Alvin di Menara Bidakara, Senin (17/9/2018).

Meskipun begitu, Alvin optimistis adanya serah terima tahun ini berupa unit apartemen, pertama. APLN tercatat memulai proyek di Balikpapan pada 2014, mulai jualan dan yang sudah terjual siap serah terima sekitar 600 unit. Secara total, menurut Alvin, ada kira-kira ada 1.220 unit di Balikpapan.

"Yang mau kita jual serah terima 600 unit. Penjualan beriktunya pembangunan bertahap," ungkap Alvin.

Alvin menyebut harga jual di Balikpapan sekitar Rp25 juta per meter persegi. Hal ini mengingat proyek Borneo Bay City akan disulap menjadi apartemen kelas menengah atas. Konsep ini berbeda dengan Proyek Podomoro Golf View di Cimanggis yang tersedia untuk kelas menengah ke bawah.

Secara total, APLN akan melakukan serah terima sekitar 4.600 unit apartemen. Ada pun itu adalah unit rumah di Podomoror Golf View dan Podomoro Park di Bandung. Sementara di Medan yakni Podomoro City Deli Medan akan lebih condong ke mal, office tower, dan terakhir adalah apartemen.

Selanjutnya, APLN akan menggenjot penjualan untuk rumah tapak di Podomoro Golf View. Harga yang ditawarkan mulai Rp1,3 miliar secara tunai. Ada pun ukuran rumah tapak itu 6x16 meter, 7x17 meter, 8x16 meter, dan paling besar 8x18 meter persegi dengan harga tertinggi Rp2 miliar. Ada pun proyek rumah tapak ini akan diluncurkan tahun depan.

Tag : borneo bay
Editor : M. Rochmad Purboyo

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top