Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Mentan : Walau Impor Beras, Indonesia Masih Optimalkan Produksi Dalam Negeri

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengatakan Indonesia masih mengonsumsi beras produksi dalam negeri walaupun melakukan impor beras tambahan tahap III sebanyak 1 juta ton.
Ni Putu Eka Wiratmini
Ni Putu Eka Wiratmini - Bisnis.com 07 September 2018  |  12:01 WIB
Mentan : Walau Impor Beras, Indonesia Masih Optimalkan Produksi Dalam Negeri
Bagikan

Bisnis.com, DENPASAR – Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengatakan Indonesia masih mengonsumsi beras produksi dalam negeri walaupun melakukan impor beras tambahan tahap III sebanyak 1 juta ton.

 

Kata dia, impor beras tahap III tersebut telah menambah stok di Bulog yang mencapai 2,6 juta ton. Adapun, selain impor, beras yang distok Bulog tersebut sebagian besar merupakan produksi dalam negeri.

 

Dia juga berani menjamin, Indonesia juga belum mengonsumsi beras impor tersebut.

 

Menurutnya, apabila tidak ada stok beras, maka masyarakat akan panik dan akan menakutkan terjadinya kenaikan harga beras. Sementara, dengan adanya stok 2,6 juta ton dapat dipastikan harga beras akan terjaga.

 

Dia pun optimistis harga beras di Indonesia tidak akan naik lantaran saat ini telah ada stok di Bulog sejumlah 2,6 juta ton.

 

“Yang ingin saya katakan sampai sekarang Indonesia belum memakan beras impor, dengan stok 2,6 juta ton justru harga beras tidak akan naik,” katanya, Kamis (6/9/2018).

 

Sementara, saat ini produksi beras dalam negeri juga terus dimaksimalkan lewat penambahan luas area tanam. Adapun luas area tanam untuk masa produksi Juli sampai September 2018 kini telah ditambah dua kali lipat menjadi 1 juta hektar. Dengan kondisi ini, akan mampu menghasilkan gabah hingga 6 juta tongabah yang akan menjadi 3 juta ton beras.

 

Sebelumnya, hasil produksi beras dari luas area tanam selama ini tidak mencukupi kebutuhan beras masyarakat. Seperti misalnya, masa tanam antara Juli hingga September tiap tahunnya hanya mampu memenuhi separuh kebutuhan beras Indonesia. Adapun pada masa tanam tersebut, luas lahan produksi adalah sebesar 500.000 hektar dengan mampu memprodusikdi 3 juta ton gabah. Pada panen nantinya akan mengahasilkan 1 juta ton beras.

 

Sementara, kebutuhan beras masyarakat Indonesia adalah sebanyak 2,5 juta ton. Artinya akan ada defisit kebutuhan beras hingga 1 juta ton.

 

Kata dia, ini akan menjadi solusi permanen, yakni tidak boleh menanam dibawah 1 juta hektar. Selain itu, pembangunan irigasi, lumbung padi, pompa air, dan sumur juga akan terus ditingkatkan untuk memaksmalkan produksi.

 

“Sehingga kita nanti akan surplus 400.000 ton beras pada November hingga Januari,” katanya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

impor beras andi amran sulaiman
Editor : Rustam Agus
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top