Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Pembangunan Stasiun Manggarai Dilanjutkan, Pengguna KRL Diimbau Berangkat Lebih Awal  

Dalam rangka penyelesaian pembangunan proyek Double-double Track (DDT) Paket A Stasiun Manggarai-Jatinegara fase I  2018, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) telah melaksanakan kegiatan Switch Over II (SO2).
Dewi Aminatuz Zuhriyah
Dewi Aminatuz Zuhriyah - Bisnis.com 13 Agustus 2018  |  09:22 WIB
Pekerja mengelas kawat tiang pondasi proyek double-double track (DDT) atau rel ganda Paket A Manggarai-Jatinegara, Jakarta, Jumat (21/). - Antara/Angga Budhiyanto
Pekerja mengelas kawat tiang pondasi proyek double-double track (DDT) atau rel ganda Paket A Manggarai-Jatinegara, Jakarta, Jumat (21/). - Antara/Angga Budhiyanto

Bisnis.com, JAKARTA — Dalam rangka penyelesaian pembangunan proyek Double-double Track (DDT) Paket A Stasiun Manggarai-Jatinegara fase I  2018, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) telah melaksanakan kegiatan Switch Over II (SO2).

Kegiatan SO2 berupa penonaktifkan sementara jalur 6 dan 7 pada Stasiun Manggarai, sehingga untuk sementara waktu pelayanan KRL Bogor Line beralih ke jalur 8 dan 10.

Vice President Komunikasi Perusahaan PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) Eva Chairunisa menjelaskan peralihan jalur tersebut dilakukan sejak Sabtu (11/8/2018). Dengan adanya peralihan tersebut, Kemenhub akan kembali melaksanakan penyelesaian tahapan pembangunan Stasiun Manggarai di jalur 6 dan 7 eksisting.

Seluruh pembangunan konstruksi DDT Paket A dan B (Dipo Cipinang dan jalur DDT stasiun Jatinegara-Cikarang) ditargetkan selesai pada akhir 2020.

“Apabila telah resmi beroperasi, Stasiun Manggarai akan menjadi Stasiun Sentral kereta api yang modern,” ujarnya, Senin (13/8).

Eva mengatakan adanya pelaksanaan pemindahan jalur tersebut akan berdampak pada perubahan pola operasi KRL Bogor Line, yaitu bertambahnya waktu perjalanan KRL sekitar 5-10 menit. Sebagai contoh, waktu perjalanan KRL lintas Bogor-Jakarta Kota dari semula 1 jam 55 menit menjadi 2 jam atau 2 jam 5 menit.

Oleh karena itu,  pemerintah mengharapkan pengertian masyarakat pengguna jasa KRL atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan hingga penyelesaian pembangunan Stasiun Manggarai sebagai Stasiun Central yang modern. Masyarakat juga diimbau untuk dapat menyesuaikan waktu perjalanannya ketika menggunakan KRL, terutama pada lintas Bogor Line.

Lebih lanjut, pengguna yang transit di Stasiun Manggarai juga diharapkan selalu mendengarkan imbauan petugas terkait informasi perpindahan jalur 6 dan 7 yang tidak dioperasionalkan lagi dan berpindah ke jalur 8 dan 10 untuk KRL tujuan Bogor.

Guna mengantisipasi pelayanan penumpang dan pengoperasian kereta di Stasiun Manggarai, KCI juga akan menambah sejumlah petugas pengamanan dan pelayanan serta melakukan kordinasi bersama PT KAI Daop 1 untuk mengoptimalkan pengaturan perpindahan penumpang dari dan ke jalur 8 dan 10 (Passengers Crossing) sekaligus terus melakukan evaluasi pengaturan perjalanan KA selama proses ini berlangsung.

Setelah pembangunan Stasiun Manggarai, akan ada pemisahan jalur kereta api, yaitu antara kereta api jarak jauh, kereta api commuter Jabodetabek, dan kereta api bandara.

Selain itu, Stasiun Manggarai akan dibangun menjadi 3 lantai. Lantai 1 terdiri dari jalur KA Bekasi line 4 jalur dan KA Bandara 4 jalur, dengan peron 12 stamformasi

Kemudian, lantai 2 terdiri dari layanan penumpang (concourse) dengan luas kurang lebih 9.108 m2, kapasitas kurang lebih 17.800 orang dengan dilengkapi lift dan eskalator bagi para difabel. Terakhir, lantai 3 terdiri dari jalur KA Antar Kota 6 jalur dan Bogor line 4 jalur, dengan peron 12 stamformasi.

Untuk diketahui, Stasiun Manggarai menjadi sangat strategis dan vital karena terdapat beberapa jenis pelayanan kereta api yang terintegrasi di dalamnya, yakni layanan KA Bandara, KA antar kota, dan KRL Jabodetabek. KRL Jabodetabek pun memiliki beberapa lintas pelayanan, yaitu Bogor Line, Bekasi Line, Depok Line, Tanah Abang Line, serta KRL Feeder.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Kemenhub stasiun kereta api
Editor : Annisa Margrit
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top